(Jericho) - Sedikitnya 87 warga Palestina dibawa ke kota Jericho, Tepi Barat,oleh tentara keamanan Israel, dua hari setelah mereka melarikan diri dari peristiwa bentrokan dengan Hamas.
Konvoy dua bis dikawal oleh polisi Israel dan kendaraan militer dihari Senin menuju
kamp keamanan yang diawasi oleh pasukan dibawah komando Mahmoud Abbas, presiden Palestina.Yoav Mordechei, kepala administrasi tentara sipil Israel di Tepi Barat, mengatakan bahwa Israel menampung warga Palestina atas permintaan pemerintahan Abbas "sebagai bagian dari kemanusiaan".
"(Israel) memutuskan untuk ambil keputusan atas dasar kemanusiaan untuk memindahkan 87 penduduk Shijaia yang berdekatan dengan Gaza karena kekerasan yang dilakukan oleh Hamas," dikatakanya.
"Kami berbicara dengan mereka didalam bis dan kami mengatakan pada mereka bahwa Jericho dan pihak Tepi Barat berbeda dari perbatasan Gaza,oleh karena itu tentara Israel mengawasi wilayah ini. Mereka harus menghormati hukum yang berlaku."
Israel mengatakan 181 anggota kaum Hilles, salah satu kaum yang paling berkuasa dalam asosiasi kekeluargaan dengan Fatah, mereka mencari tempat perlindungan di Israel Sabtu lalu setelah serangan keras yang dilakukan oleh Hamas di dekat kota Gaza, yang menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 90 orang lainnya.
Hamas kembali berkata pada hari Senin kemarin bahwa Zakaria al-Agha telah dibebaskan, dia adalah perwakilan senior kamu Fatah dari Abbas di perbatasan Gaza, setelah empat hari ditawan.
"Ini merupakan niat baik dari pemerintah di Gaza dalam merespon panggilan Arab," dikatakan jurubicara menteri dalam negeri.(AlJazeera/Nunyunda)
Konvoy dua bis dikawal oleh polisi Israel dan kendaraan militer dihari Senin menuju
kamp keamanan yang diawasi oleh pasukan dibawah komando Mahmoud Abbas, presiden Palestina.Yoav Mordechei, kepala administrasi tentara sipil Israel di Tepi Barat, mengatakan bahwa Israel menampung warga Palestina atas permintaan pemerintahan Abbas "sebagai bagian dari kemanusiaan".
"(Israel) memutuskan untuk ambil keputusan atas dasar kemanusiaan untuk memindahkan 87 penduduk Shijaia yang berdekatan dengan Gaza karena kekerasan yang dilakukan oleh Hamas," dikatakanya.
"Kami berbicara dengan mereka didalam bis dan kami mengatakan pada mereka bahwa Jericho dan pihak Tepi Barat berbeda dari perbatasan Gaza,oleh karena itu tentara Israel mengawasi wilayah ini. Mereka harus menghormati hukum yang berlaku."
Israel mengatakan 181 anggota kaum Hilles, salah satu kaum yang paling berkuasa dalam asosiasi kekeluargaan dengan Fatah, mereka mencari tempat perlindungan di Israel Sabtu lalu setelah serangan keras yang dilakukan oleh Hamas di dekat kota Gaza, yang menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 90 orang lainnya.
Hamas kembali berkata pada hari Senin kemarin bahwa Zakaria al-Agha telah dibebaskan, dia adalah perwakilan senior kamu Fatah dari Abbas di perbatasan Gaza, setelah empat hari ditawan.
"Ini merupakan niat baik dari pemerintah di Gaza dalam merespon panggilan Arab," dikatakan jurubicara menteri dalam negeri.(AlJazeera/Nunyunda)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar