(Mexico City) – Konferensi global HIV/Aids telah dibuka di Mexico City, seperempat abad setelah penyakit yang mematikan ini pertama kali dikenal secara luas. Konferensi yang berlangsung selama enam hari ini didahului dengan arak-arakan kewaspadaan bahaya penyakit HIV/Aids, pameran foto dan acara lainnya.
Sekitar 20,000 ilmuwan, pejabat pemerintah dan peserta kampanye berada di Mexico City untuk menghadiri acara tersebut.
Angka yang ditampilkan menjelang pertemuan dibuka menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengidap penyakit tersebut telah mengalami sedikit penurunan secara keseluruhan.
Namun, tingkat infeksi penyakit ini tetap meningkat di sejumlah negara dan akses untuk penanganan yang benar juga masih menjadi persoalan serius. Di seluruh dunia, 33 juta orang telah terinfeksi sindrom penyakit Aids.
Sementara itu, mantan Presiden AS Bill Clinton dijadwalkan akan menghadiri acara pada hari ini, Senin (4/8).
Sejak penyakit Aids untuk pertama kalinya diketahui secara luas, 25 juta orang telah tewas. Dalam satu perkembangan yang positif, Presiden AS George W Bush baru-baru ini memenangkan dukungan untuk melipat-tigakan pengeluaran AS dalam memerangi sindrom.
Namun di beberapa negara seperti Rusia dan China, bahkan Jerman dan Inggris, angka infeksi meningkat, kata wartawan. Metode pendeteksian yang lebih baik menunjukkan angka yang berkembang di AS ditaksir sekitar 30 persen.
Sementara di Afrika, muara 70 persen kasus penyakit, akses menuju obat-obatan yang tepat telah membaik, namun jumlah pekerja perawatan kesehatan untuk merawat mereka belum mencukupi.
Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai HAM para penderita yang seringkali terlalu takut untuk mencari pengobatan. “Ini semua berarti bahwa dalam konferensi internasional HIV/Aids ke-17 kali ini akan ada banyak hal untuk dibahas,” demikian wartawan. (BBC/Lala/Internasional)
Sekitar 20,000 ilmuwan, pejabat pemerintah dan peserta kampanye berada di Mexico City untuk menghadiri acara tersebut.
Angka yang ditampilkan menjelang pertemuan dibuka menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengidap penyakit tersebut telah mengalami sedikit penurunan secara keseluruhan.
Namun, tingkat infeksi penyakit ini tetap meningkat di sejumlah negara dan akses untuk penanganan yang benar juga masih menjadi persoalan serius. Di seluruh dunia, 33 juta orang telah terinfeksi sindrom penyakit Aids.
Sementara itu, mantan Presiden AS Bill Clinton dijadwalkan akan menghadiri acara pada hari ini, Senin (4/8).
Sejak penyakit Aids untuk pertama kalinya diketahui secara luas, 25 juta orang telah tewas. Dalam satu perkembangan yang positif, Presiden AS George W Bush baru-baru ini memenangkan dukungan untuk melipat-tigakan pengeluaran AS dalam memerangi sindrom.
Namun di beberapa negara seperti Rusia dan China, bahkan Jerman dan Inggris, angka infeksi meningkat, kata wartawan. Metode pendeteksian yang lebih baik menunjukkan angka yang berkembang di AS ditaksir sekitar 30 persen.
Sementara di Afrika, muara 70 persen kasus penyakit, akses menuju obat-obatan yang tepat telah membaik, namun jumlah pekerja perawatan kesehatan untuk merawat mereka belum mencukupi.
Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai HAM para penderita yang seringkali terlalu takut untuk mencari pengobatan. “Ini semua berarti bahwa dalam konferensi internasional HIV/Aids ke-17 kali ini akan ada banyak hal untuk dibahas,” demikian wartawan. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar