(Jakarta) - Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai selama ini Pemerintahan New Zealand (Selandia Baru) telah banyak membantu Indonesia terutama dalam rekontruksi dan rehabilitasi dalam pembangunan pasca tsunami di Nias dan Aceh.
"Hari ini kita merayakan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan New Zealand. Saya berharap hubungan kita akan lebih erat lagi karena kita percaya New Zealand merupakan partner yang baik dan mudah-mudahan hubungan kita 50 tahun ke depan akan semakin baik," kata Menlu saat menghadiri acara 'Promoting Initiatives on Distater Risk Management' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/8).
Sementara itu, Menteri Pertahanan New Zealand Rick Barker menyatakan pemerintah New Zealand bangga bisa bekerja sama dengan Indonesia. "Hingga saat ini, kita fokus kerjasama dalam bantuan bencana alam, pendidikan dan kesehatan."
Untuk rekontruksi bencana Tsunami di Aceh dan Nias, lanjut Rick, New zealand telah menyumbang sebesar 20 juta dolar new zealand. "12 juta dolar New Zealand yang sudah digunakan dalam 4 tahun terakhir pasca terjadinya bencana tersebut, dan sekarang masih tersisa 8 juta dollar New Zealand," ungkapnya. (Taupik/Nurseffi)
"Hari ini kita merayakan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan New Zealand. Saya berharap hubungan kita akan lebih erat lagi karena kita percaya New Zealand merupakan partner yang baik dan mudah-mudahan hubungan kita 50 tahun ke depan akan semakin baik," kata Menlu saat menghadiri acara 'Promoting Initiatives on Distater Risk Management' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/8).
Sementara itu, Menteri Pertahanan New Zealand Rick Barker menyatakan pemerintah New Zealand bangga bisa bekerja sama dengan Indonesia. "Hingga saat ini, kita fokus kerjasama dalam bantuan bencana alam, pendidikan dan kesehatan."
Untuk rekontruksi bencana Tsunami di Aceh dan Nias, lanjut Rick, New zealand telah menyumbang sebesar 20 juta dolar new zealand. "12 juta dolar New Zealand yang sudah digunakan dalam 4 tahun terakhir pasca terjadinya bencana tersebut, dan sekarang masih tersisa 8 juta dollar New Zealand," ungkapnya. (Taupik/Nurseffi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar