(Tehran) - Menteri Perminyakan Iran, Gholam Hussein Nozari, mengungkapkan bahwaOrganization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan secara serius mempertimbangkan penjatahan setiap priduksi minyak, dilaporkan surat kabar dari pihak FARS.
"Saya kira OPEC akan serius menangani perkasa ini" dalam hal kelanjutan penolakan harga minyak mentah dan kurangnya pengontrolan pengeluaran minyak oleh beberapa
anggota OPEC yang menjaga tingginya tingkat produksi minyak, dikutip dari pernyataan Nozari.
"Semua anggota yang mengalami kenaikan dalam produksi minyak harus dikontrol," ujar Nozar, menunjuk pada pernyataan yang dibuat oleh beberapa menteri perminyakan anggota negara OPEC mengenai kemungkinan untuk mengurangi tingkat produksi minyak.
"Kami mempunyai tanggungjawab untuk mengontrol pasar dan lebih serius menangani penjatahan minyak ini," ungkapnya.
Harga minyak mentah meluncur lagi dihari Jumat, seiring dengan data yang menunjukan lemahnya pertumbuhan ekonomi AS yang hidup kembali berkenaan dengan lambatnya permintaan sebagai bangsa pengkonsumsi energi terbesar didunia.
Perhatian terhadap pemulihan ekonomi AS -- sebagai pembeli utama dari ekspor energi global -- sudah menekan harga minyak mentah agar turun sebesar 25 dollar sejak mencapai catatan puncak diatas 147 dollar pada tanggal 11 Juli lalu.(Xinhua/Nunyunda)
"Saya kira OPEC akan serius menangani perkasa ini" dalam hal kelanjutan penolakan harga minyak mentah dan kurangnya pengontrolan pengeluaran minyak oleh beberapa
anggota OPEC yang menjaga tingginya tingkat produksi minyak, dikutip dari pernyataan Nozari.
"Semua anggota yang mengalami kenaikan dalam produksi minyak harus dikontrol," ujar Nozar, menunjuk pada pernyataan yang dibuat oleh beberapa menteri perminyakan anggota negara OPEC mengenai kemungkinan untuk mengurangi tingkat produksi minyak.
"Kami mempunyai tanggungjawab untuk mengontrol pasar dan lebih serius menangani penjatahan minyak ini," ungkapnya.
Harga minyak mentah meluncur lagi dihari Jumat, seiring dengan data yang menunjukan lemahnya pertumbuhan ekonomi AS yang hidup kembali berkenaan dengan lambatnya permintaan sebagai bangsa pengkonsumsi energi terbesar didunia.
Perhatian terhadap pemulihan ekonomi AS -- sebagai pembeli utama dari ekspor energi global -- sudah menekan harga minyak mentah agar turun sebesar 25 dollar sejak mencapai catatan puncak diatas 147 dollar pada tanggal 11 Juli lalu.(Xinhua/Nunyunda)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar