(Israel) - Setelah Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert mengumumkan rencana peletakan jabatan, Israel dan Palestina susul menyusul menyatakan akan terus mendorong proses perundingan perdamaian, tapi juga ada pejabat senior Palestina mengkhawatirkan bahwa peletakan jabatan Olmert akan mengakibatkan pengaruh serius kepada perundingan perdamaian.
Harian Haaretz Israel melaporkan, pejabat Israel kemarin menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Olmert berupaya secepat mungkin mencapai persetujuan perdamaian dengan Badan Otoritas Nasional Palestina, begitu tercapai, persetujuan itu akan tidak menjadi "persetujuan antara pribadi " dengan Ketua Badan Otoritas Nasional Palestina, lapisan pemimpin baru Partai Kadima Israel akan berpartisipasi dalam itu.
Kemarin, anggota Tim Perunding Palestina, Saeb Erakat mengatakan Palestina akan bersama penerus Olmert terus mendorong perundingan perdamaian Palestina-Israel. Namun, ia mengkhawatirkan krisis politik dalam negeri Israel yang diakibatkan pelatakan jabatan Olmert mungkin membuat Palestina membayar mahal.(CRI.CN/Nunyunda)
Harian Haaretz Israel melaporkan, pejabat Israel kemarin menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Olmert berupaya secepat mungkin mencapai persetujuan perdamaian dengan Badan Otoritas Nasional Palestina, begitu tercapai, persetujuan itu akan tidak menjadi "persetujuan antara pribadi " dengan Ketua Badan Otoritas Nasional Palestina, lapisan pemimpin baru Partai Kadima Israel akan berpartisipasi dalam itu.
Kemarin, anggota Tim Perunding Palestina, Saeb Erakat mengatakan Palestina akan bersama penerus Olmert terus mendorong perundingan perdamaian Palestina-Israel. Namun, ia mengkhawatirkan krisis politik dalam negeri Israel yang diakibatkan pelatakan jabatan Olmert mungkin membuat Palestina membayar mahal.(CRI.CN/Nunyunda)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar