| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

05 Agustus 2008

Keluarga Thaksin Di Sidang Mahkamah

(Bangkok) - Tampilnya Pojaman Shinawatra di pengadilan Bangkok dapat dikatakan sebagai hal menentukan dalam pergeseran kekuasaan dalam politik Thailand.

Namun saat menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dan teguran keras karena Pojaman tidak memberikan contoh yang baik, hakim tidak ragu-ragu dalam menghukum wanita yang masih dianggap oleh banyak warga Thailand ini termasuk orang paling kuat di negara itu. Dalam sidang, suaminya Thaksin Shinawatra, tampak sangat terkejut.

Dalam beberapa bulan mendatang Thaksin juga harus membela diri atas berbagai dakwaan pelanggaran wewenag saat masih menjabat. Prospek wanita yang tidak hanya merupakan istrinya, namun juga rekan bisnis dan politik, akan dipenjara, juga akan menjadi beban bagi Thaksin.

Tak terjamah?

Saat masih berkuasa, setelah kemenangan mutlak tahun 2005, Thaksin Shinawatra tampak seperti orang yang tidak dapat terjamah. Ia sangat kaya, di negara dengan uang berperan penting dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan politik. Agenda ekonomi populis Thaksin membantunya mendapatkan dukungan rakyat.

Namun banyak keluhan yang timbul karena konflik kepentingan. Tetapi tidak ada yang berani menantangnya di pengadilan. Beberapa bulan setelah menjabat tahun 2001, ia dibebaskan dari dakwaan menyembunyikan asetnya dalam keputusan kontroversial oleh Mahkamah Konstitusi, walaupun bukti sudah cukup.

Pudarnya momentum

Apa yang dilakukan Thaksin itu yang dijadikan para jendral untuk menggulingkannya pada bulan September 2006. Namun 16 bulan kemudian, saat pihak militer menyerahkan kembali kekuasaan kepada pemerintah terpilih, mereka tidak mengalami banyak kemajuan.

Belum ada kasus hukum yang diajukan terhadap keluarga Shinawatra yang berhasil disidangkan, dan tidak ada bukti kuat atas dakwaan korupsi besar. Semua kasus yang diajukan cukup teknis dengan mengaitkan bisnis dan politik.

Dan pemerintah baru dipimpin oleh partai Thaksin sendiri. Bila kasus masa lalu dijadikan patokan, maka momentum untuk kasus-kasus itu tampaknya sudah pudar. Jadi saat Thaksin kembali dari pengasingan bulan Maret lalu, ia harus berani mengambil resiko bahwa ia dapat menangkal dakwaan terhadapnya. Namun kini tampaknya ia salah perhitungan. (BBC/Nurseffi)

Tidak ada komentar: