(Jakarta) - Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan untuk meningkatkan produktifitas pertanian Indonesia secara jangka panjang tidak bisa lagi mengandalkan pada ekstensifikasi lahan karena terbatasnya lahan pertanian di Indonesia.
“Ke depan fungsi riset dan developmen harus diutamakan karena tidak mudah mencari lahan untuk ekstensifikasi. Persoalan utama keberlangsungan pertanian amsa depan adalah lahan-lahan dan lahan,” ujar Anton dalam Seminar Nasional ‘Rekontruksi Kebutuhan Perdagangan Pangan’, di Saripan Pasific, Jakarta, Selasa (5/8).
Mentan menjelaskan saat ini lahan di Indonesia yang cocok untuk pertanian ada 94,1 juta hektar namun yang cocok untuk sawah study hanya 25,4 juta hektar. “Jadi potensi cadangan lahan sawah yang belum diolah hingga saat ini sekitar 17,6 juta hektar,” jelasnya.
Sayangnya, imbuh Anton, tidak mudah merealisasikan cadangan yang ada untuk menjadi sawah yang produktif. “Karena ada masalah seperti multi kepemilikan, tanah ulayat, lahan yang menjadi Hak Guna Usaha (HGU) atau Hutan Tanaman Industri (HTI). Jangankan untuk sawah, untuk sawit saja sulit,” tandas Anton.
Untuk memecahkan masalah keterbatasan lahan ini, menurut Mentan, yaitu dengan memaksimalkan riset developmen dan penggunaan teknologi. Strategi ini juga sudah terbukti berhasil di negara-negara yang lahannya terbatas seperti Arab Saudi dan Israel.
”Di Saudi Arabia kita tidak pernah berpikir di padang pasir bisa ada sapi perah tapi sekarang ada 300 ribu sapi perah di sana dan sekarang Arab Saudi jadi produsen susu. Israel juga yang sebagian besar lahan tandus, bisa jadi eksportir jeruk,”paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Mentan optimis penerapan strategi pengembangan pertanian di Indonesia akan relatif lebih mudah mengingat suburnya lahan-lahan di Indonesia. “Tak akan perlu effort yang besar-besar amat untuk menerapkan riset developmen tersebut. Saya optimis dalam kondisi keterbatasan apapun pasti selalu ada jalan keluarnya,” harap Anton. (Adi)
05 Agustus 2008
Peningkatan Produktifitas Pertanian Jangan Andalkan Ekstensifikasi Lahan
Posting Time
12:20:00 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar