| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

04 Agustus 2008

'Uang itu Uang Pribadi Saya'

(Jakarta) - Terdakwa kasus suap alih fungsi hutan lindung kepulauan Bintan Azirwan menyatakan uang sebesar Rp 2,2 miliar yang diberikan kepada anggota Komisi IV Al Amin Nur Nasution merupakan uang pribadinya.

“Uang yang saya berikan adalah uang pribadi saya. Saya sudah memberikan itu sebanyak empat kali ke Al-Amin,” kata Azirwan dalam sidang yang dipimpin hakim Masyurdin Chaniago di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/8).

Azirwan memaparkan uang Rp100 juta pertama diserahkannya ke Al-Amin untuk kepentingan kepergian komisi IV DPR ke India. Ia mengaku uang itu diserahkan melalui asisten pribadinya Edi Pribadi. “Uang kedua Rp 150 juta diberikan ke Al-Amin untuk kepentingan kedatangan komisi IV DPR ke pulau Bintan. Sementara uang sebesar 300 ribu dollar Singapura diberikan secara bertahap sebanyak dua kali, juga merupakan uang pribadi saya.”

Saat ditanya salah seorang anggota majelis hakim dari mana asal uang 300 ribu dolar Singapura, Azirwan menyatakan ia menerimanya dari temannya di Korea. “Waktu tahun 1991-1993, teman saya dari Korea meminta dicarikan kapal penghasil ikan. Saya bertemu teman saya yang lain dan pada pertemuan itu kita deal. Hasilnya saya dapat senilai USD 200 ribu dan belum saya ambil,” jelasnya.

Pada tahun 2007, lanjut Azirwan, dirinya menelepon temannya untuk menanyakan uang tersebut. “Saya menelepon apa uang tersebut masih ada. Saya disuruh ke Siangapur untuk ambil uang tersebut. Dia membayar tapi dalam bentuk dolar Singapura. Uang itulah yang saya berikan kepada Al Amin,” ujar Azirwan.

Menurut Azirwan, pemberian uang pribadinya kepada Al-amin dalam mempercepat proses persetujuan alih fungsi hutan di kawasan Bintan di DPR, merupakan bentuk pengabdiannya kepada masyarakat Bintan. “Ini salah satu tugas saya, biar itu jadi bantuan untuk masyarakat Bintan. Mereka bisa pegang sertifikat tanah, jika itu terealisasikan, Saya ingin harga tanah masyarakat bisa lebih tinggi,” pungkasnya. (Dhita/Nurseffi)



Tidak ada komentar: