| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

16 September 2008

Brazil Tolak Ajakan Bergabung dengan Opec

(Sao Paulo) – Brazil telah menolak undangan terbaru dari Arab Saudi untuk bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Opec), mengutip rencana untuk menyuling, bukannya mengekspor minyak mentah dari cadangan laut dalam yang baru ditemukan.

Menteri Pertambangan dan Energi Edison Lobao mengatakan Brazil berketetapan negaranya tidak membutuhkan kumpulan produsen minyak, mengingat rencana mereka untuk mendorong pendapatan minyak dengan menyuling minyak mentah menjadi produk seperti bensin untuk ekspor luar negeri, kantor berita Agencia Brasil melaporkan.

Paulo Roberto Costa, eksekutif level atas, dengan perusahaan minyak negara Petroleo Brasileiro SA menegaskan pemerintah telah memutuskan tidak bergabung dengan Opec.

“Brazil tidak akan menjadi eksportir besar minyak, hal itu sudah ditegaskan,” kata Costa seperti dikutip Agencia Brasil, pada konferensi industri Rio Oil & Gas Expo 2008 di Rio de Janeiro. “Brazil diundang menjadi bagian dari Opec dan tidak menerimanya karena prioritas kami disini penyulingan dan turunan pengeksporan.”

Analis mengutarakan cadangan yang ditemukan beberapa ratus kilometer dari pantai Rio de Janeiro tahun lalu, dapat mengandung 55 miliar barel minyak, jumlah yang cukup untuk melontarkan Brazil ke status Negara adikuasa minyak.

Sebelumnya, Brazil telah menampik ajakan Iran untuk bergabung dengan Opec bulan lalu. Lobao tidak menguraikan alasan mendasar penolakan saat itu, hanya mengatakan Brazil memiliki ‘prioritas lain.’

Pada Senin, Lobao menuturkan dengan menyuling minyak sendiri, daripada dikirimkan ke luar negeri untuk disuling di negara lain, akan menghasilkan lebih banyak uang dan pekerjaan di Brazil, yang tengah melalui dentuman ekonomi namun tetap menjadi salah satu negara dengan jurang pemisah terdalam antara kaya dan miskin di dunia. (AP/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: