(Jakarta) - Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meneagaskan bahwa kehadiran RUU pornografi bukan merupakan suatu bentuk anti keberagaman.
"Justru itu mewadahi keanekaragaman dalam konteks yg sesuai dengan jati diri bangsa kita yaitu satu nusa satu bangsa yang menjunjung tinggi moralitas," ujar Hidayat usai acara buka puasa bersama di press room DPR, Jakarta, Selasa (16/9).
Hidayat menjelaskan kehadiran RUU pornografi bertujuan untuk memunculkan komitmen kepada moralitas bangsa. "Kalau ada yang belum dirinci itukan pembahasan di dpr secara terbuka dan panjang. Jika ada yang belum setuju, dalam konteks itu semua masih memungkinkan untuk berikan masukan," jelas mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini.
Menurut Hidayat, pro dan kontra dalam negara demokrasi hal biasa."Yang dihindari adalah jangan sampai ada pemaksaan kehendak thp pihak-pihak sehingga harus ada mekanisme untuk antisipasi konflik akibat perbedaan pendapat tersebut," ujarnya.
Hidayat meminta DPR untuk menentukan sikap atas UU ini. " Ini sudah lama dinantikan oleh berbagai pihak, tentu harus sebuah ada jawaban dari DPR setuju atau tidak."
Untuk pihak yang setuju, lanjut Hidayat, maka argumentasinya harus disampaikan."Begitupun yang tidak setuju, argumentasinya seperti apa? Mereka akan tampil dipublik dan rakyat akan kasih penilaian," jelasnya.
Penilaian tersebut, imbuh hidayat, akan dicerminkan pilihan rakyat dalam Pemilu 2009." Rakyat akan lihat siapa yang peduli pada moral atau tidak peduli. Siapa yang peduli pada masa depan bangsa, anak dan perempuan supaya tidak kena dampak dari pornografi. Rakyat akan ingat itu semua dan itu akan menjadi rujukan ketika mereka memilih atau tidak memilih sebuah parpol," ungkapnya.(nurseffi)
17 September 2008
Ketua MPR: RUU Pornografi Tidak Anti Keberagaman
Posting Time
10:18:00 AM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar