Imas Choirun Nisa Fujiati
(Kuala Lumpur) – Di Malaysia, PM Abdullah Ahmad Badawi, yang masa jabatannya berakhir pada 2013, sudah mengumumkan bahwa dia akan mundur Maret mendatang.
Abdullah mengatakan pada wartawan di Kuala Lumpur keamrin Rabu (8/10) bahwa dia menginginkan partainya, Organisasi Nasional Kesatuan Malaysa, untuk tetap bersatu dan harmonis.
Dia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk menyerahkan pos tertinggi kepada wakilnya, Najib Abdul Razak, dalam pemilihan pemimpin selama partai utama yang menguasai pada Maret depan.
Diawal, Abdullah mengatakan bahwa dia akan meninggalkan posisi tersebut dibulan Juni 2010 tetapi pengumuman Rabu lalu itu merefleksikan tekanan hebat untuk melakukan pergantian pemimpin baru setelah kinerja buruk koalisi selama kekuasaannya di pemilu Maret lalu.
Tetapi markas oposisi memperhebat serangannya, dengan meminta untuk melakukan pergantian kekuasaan diawal.Sekarang ini, oposisi mendominasi di parlemen dan wakil perdana menteri Najib terlibat sebuah skandal.(NHK/Imas Ch.)
(Kuala Lumpur) – Di Malaysia, PM Abdullah Ahmad Badawi, yang masa jabatannya berakhir pada 2013, sudah mengumumkan bahwa dia akan mundur Maret mendatang.
Abdullah mengatakan pada wartawan di Kuala Lumpur keamrin Rabu (8/10) bahwa dia menginginkan partainya, Organisasi Nasional Kesatuan Malaysa, untuk tetap bersatu dan harmonis.
Dia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk menyerahkan pos tertinggi kepada wakilnya, Najib Abdul Razak, dalam pemilihan pemimpin selama partai utama yang menguasai pada Maret depan.
Diawal, Abdullah mengatakan bahwa dia akan meninggalkan posisi tersebut dibulan Juni 2010 tetapi pengumuman Rabu lalu itu merefleksikan tekanan hebat untuk melakukan pergantian pemimpin baru setelah kinerja buruk koalisi selama kekuasaannya di pemilu Maret lalu.
Tetapi markas oposisi memperhebat serangannya, dengan meminta untuk melakukan pergantian kekuasaan diawal.Sekarang ini, oposisi mendominasi di parlemen dan wakil perdana menteri Najib terlibat sebuah skandal.(NHK/Imas Ch.)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar