(New York) - Direktur Jenderal Badan Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn kemarin Kamis(9/10) mengatakan, ekonomi dunia tengah berada dalam " lintasan resesi global ", berbagai negara seharusnya meningkatkan kerjasama untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Dalam jumpa pers kemarin, Kahn menyatakan, krisis monter kali ini disebabkan antar lain: kekalahan pengawasan terhadap ekonomi entitas yang maju, kelemahan dalam penanganan resiko badan moneter swasta ukuran besar dan mekanisme pengekangan terhadap pasar. Sistem moneter sekarang sudah tak mampu menyesuaikan diri dengan permintaan pasar moneter globalisasi. Dalam keadaan dewasa ini, berbagai negara hendaknya mengambil tindakan selaras.
Strauss-Kahn kemarin mengungkapkan pula, IMF sudah menghidupkan prosedur pertolongan darurat, guna menyediakan bantuan kepada negara-negara yang mengusahakan bantuan dalam krisis moneter. Kahn menyatakan, tindakan pertolongan darurat itu terutama ditujukan terhadap masalah-masalah yang mungkin muncul di negara-negara pasar yang baru bangkit.
Diberitakan, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick kemarin di Washington menyerukan masyarakat internasional untuk menaruh perhatian yang lebih banyak terhadap negara-negara miskin dan penduduk yang paling miskin, di samping memperhatikan krisis moneter.(Xinhua/CRI/Imas Ch.)
Dalam jumpa pers kemarin, Kahn menyatakan, krisis monter kali ini disebabkan antar lain: kekalahan pengawasan terhadap ekonomi entitas yang maju, kelemahan dalam penanganan resiko badan moneter swasta ukuran besar dan mekanisme pengekangan terhadap pasar. Sistem moneter sekarang sudah tak mampu menyesuaikan diri dengan permintaan pasar moneter globalisasi. Dalam keadaan dewasa ini, berbagai negara hendaknya mengambil tindakan selaras.
Strauss-Kahn kemarin mengungkapkan pula, IMF sudah menghidupkan prosedur pertolongan darurat, guna menyediakan bantuan kepada negara-negara yang mengusahakan bantuan dalam krisis moneter. Kahn menyatakan, tindakan pertolongan darurat itu terutama ditujukan terhadap masalah-masalah yang mungkin muncul di negara-negara pasar yang baru bangkit.
Diberitakan, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick kemarin di Washington menyerukan masyarakat internasional untuk menaruh perhatian yang lebih banyak terhadap negara-negara miskin dan penduduk yang paling miskin, di samping memperhatikan krisis moneter.(Xinhua/CRI/Imas Ch.)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar