| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

11 Oktober 2008

Mantan Presiden Finlandia Terima Nobel Perdamaian 2008

(Stockholm) - Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2008 diraih oleh Mantan presiden Finlandia Martti Ahtisaari, seperti diumumkan oleh Yayasan Nobel di ibukota Norwegia, Oslo.

Perunding perdamaian itu bertugas sebagai utusan khusus PBB dalam perundingan tentang status akhir Kosovo, dan merundingkan kesepakatan damai Aceh pada tahun 2005.

Ahtisaari mengungkapkan kepada media penyiaran Norwegia, NRK, bahwa dia "sangat gembira dan berterimakasih" atas penghargaan tersebut.

Perundingan perdamaian itu menerima medali emas, diploma dan uang 10 juta kronor Swedia (US$ 1,42 juta).

Para pemenang penghargaan Nobel dipilih oleh komite rahasia Norwegia beranggotakan lima orang dari 197 calon tahun ini. Komite Nobel memuji Ahtisaari, 71 tahun, atas upaya gigihnya di beberapa benua dan lebih dari tiga dasawarsa, untuk menyelesaikan konflik internasional.

Lebih lanjut komite itu mengatakan bahwa Ahtisaari telah berusaha dengan gigih untuk menyelesaiakan beberapa konflik yang serius dan yang sudah berjalan panjang, dan menyebut peran Ahtisaari di Namibia, Aceh, Kosovo dan Irak.

"Dia juga memberi sumbangan penting dalam penyelesaian konflik di Irlandia Utara, Asia Tengah dan di Tanduk Afrika," kata komite Nobel.

Ahtisaari mengatakan kepada NRK bahwa dia menilai keberhasilan terpentingnya adalah di Namibia. "Itu jelas yang paling penting karena memakan waktu sangat panjang," katanya.

Ahtisaari akan menerima penghargaan Nobel pada upacara di Oslo pada tanggal 10 Desember, pada peringatan kematian pendiri penghargaan itu, Alfred Nobel.

Sesuai dengan kebiasaan, nama para calon tidak diumumkan sebelum pengumuman hari Jumat. Tetapi beberapa dari mereka disebutkan termasuk politisi Zimbabwe, Morgan Tsvangirai dan politisi Prancis-Kolombia, Ingrid Betancourt.

Pembangkang China, Hu Jia dan Gao Zhisheng, juga dicalonkan, yang mendorong Beijing mengeluarkan peringatan terselubung bahwa penghargaan itu harus diberikan kepada ‘orang yang tepat.’ (BBC/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: