(Jakarta) – Pemerintah harus segera selamatkan dunia perbankan Indonesia agar tetap sehat, bukan malah mengutamakan menyelamatkan bursa. Sebab dunia perbankan merupakan jantung dari perekonomian Indonesia.
Hal ini disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam diskusi bertemakan ‘Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Krisis Global’, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/10).
“Bursa itu ibarat jempol bukan jantung. Jangan sampai kita menyelamatkan jempol tapi jantung kita yang kolaps. Seharusnya langkah yang harus diambil pemerintah adalah mengamankan agar peredaran darah diperekonomian Indonesia tidak terlalu terganggu. kalau terganggu sudah pasti, wong semua negara terganggu, “ jelas Faisal
Menurut Faisal, Peredaran darah dalam perekonomian adalah uang, dan lembaga yang mengaturnya lembaga perbankan. “Oleh karena itu perbankan harus dijamin harus dipastikan sehat dan itu harus dimasukan dalam skala prioritas,” ungkapnya.
Jika kalau perbankan sehat, lanjut Faisal, maka perbankan bisa membiayai sektor riil dan bisa memberikan modal bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha dan untuk meningkatkan ekspor.
Faisal menjelaskan salah satu cara mengantisipasi agar perbankan tetap sehat adalah membantu perbankan yang sedang mengalami likuiditas. “Itu bukan karena perbankan itu jelek tapi itu dikarenakan kesalahan yang sangat lambat dalam pelaksanaan proyek pengembangan APBN. Jadi bukan salah banknya,” pungkas Faisal. (Taupik/Nurseffi)
Hal ini disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam diskusi bertemakan ‘Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Krisis Global’, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/10).
“Bursa itu ibarat jempol bukan jantung. Jangan sampai kita menyelamatkan jempol tapi jantung kita yang kolaps. Seharusnya langkah yang harus diambil pemerintah adalah mengamankan agar peredaran darah diperekonomian Indonesia tidak terlalu terganggu. kalau terganggu sudah pasti, wong semua negara terganggu, “ jelas Faisal
Menurut Faisal, Peredaran darah dalam perekonomian adalah uang, dan lembaga yang mengaturnya lembaga perbankan. “Oleh karena itu perbankan harus dijamin harus dipastikan sehat dan itu harus dimasukan dalam skala prioritas,” ungkapnya.
Jika kalau perbankan sehat, lanjut Faisal, maka perbankan bisa membiayai sektor riil dan bisa memberikan modal bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha dan untuk meningkatkan ekspor.
Faisal menjelaskan salah satu cara mengantisipasi agar perbankan tetap sehat adalah membantu perbankan yang sedang mengalami likuiditas. “Itu bukan karena perbankan itu jelek tapi itu dikarenakan kesalahan yang sangat lambat dalam pelaksanaan proyek pengembangan APBN. Jadi bukan salah banknya,” pungkas Faisal. (Taupik/Nurseffi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar