| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

10 Oktober 2008

Pemimpin Demonstran Thailand Menyerah

(Bangkok) – Para pemimpin aksi protes yang kian memuncak di Thailand menyerahkan diri kepada polisi atas tuduhan terkait dengan kampanye menggulingkan pemerintah yang berlangsung selama berbulan-bulan. Demikian dilaporkan koresponden via telegram, Jumat (10/11).

Keseluruhan tujuh orang pemimpin pemrotes dengan surat perintah penahanan terkemuka perihal tuduhan menimbulkan kerusuhan dan pertemuan ilegal, memasuki pos polisi dekat dengan kamp unjuk rasa mereka di distrik bersejarah Bangkok.

Mereka adalah pemimpin senior dan pendiri Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) Sondhi Limthongkul, Juru Bicara PAD Suriyasai Katasila, aktivis sosial Pibhop Dhongchai, dan ketua sebuah perhimpunan, Somsak Kosaisuk.

Saat-saat sebelum mereka tiba, pengacara PAD Suwat Apaipak menegaskan bahwa ketujuh orang tersebut akan menyerahkan diri ke polisi pada Jumat pagi, dan mengatakan mereka diharapkan akan segera dilepaskan dengan jaminan.

“Kami telah mengatur dengan pihak kepolisian untuk membawa tujuh pemimpin inti menyerahkan diri,” kata Apaipak pada wartawan di pos polisi Nang Loueng.

Langkah tersebut muncul beberapa hari setelah bentrokan antara pendukung PAD dan polisi di jalanan Bangkok, Selasa, yang menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya.

Sembilan pemimpin PAD telah menghadapi penahanan atas tuduhan menimbulkan huru-hara yang lebih serius, namun Pengadilan Banding pada Kamis mencabut kembali surat perintah tiga tuduhan yang lebih serius, yang membuka jalan bagi penyerahan diri.

Kedua pemimpin PAD telah lebih dahulu ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan pada Kamis. (AFP/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: