(Washington) – Militer AS akan segera mengakui bahwa serangan udara pada bulan Agustus di Afghanistan bagian barat telah menewaskan sedikitnya 30 warga sipil. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada laporan awal yang menyebutkan hanya beberapa korban warga sipil tewas, demikian seperti dilansir CNN, Kamis (9/10).
Serangan udara di Distrik Shindand di provinsi Heart, Afghanistan Selatan juga menewaskan 20 militan, kata pejabat AS yang mengetahui laporan yang akan segera dirilis.
Sebagai perbandingan, penaksiran dari pemerintah Afghanistan dan Misi Bantuan PBB di Afghanistan menyimpulkan bahwa 90 warga sipil tewas terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Awalnya, militer AS menyatakan bahwa hanya lima hingga tujuh warga sipil terbunuh.
Namun ketika gambar dari telepon seluler yang kemudian disampaikan ke militer AS menunjukkan lusinan mayat di lokasi serangan, maka Panglima Militer AS senior di Afghanistan, David McKiernan, memerintahkan pengusutan terbaru.
Insiden tersebut mempertajam ketegangan antara pemerintah Afghanistan dan AS perihal penambahan jumlah korban sipil dalam operasi AS dan NATO. (Xinhua/Lala/Internasional)
Serangan udara di Distrik Shindand di provinsi Heart, Afghanistan Selatan juga menewaskan 20 militan, kata pejabat AS yang mengetahui laporan yang akan segera dirilis.
Sebagai perbandingan, penaksiran dari pemerintah Afghanistan dan Misi Bantuan PBB di Afghanistan menyimpulkan bahwa 90 warga sipil tewas terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Awalnya, militer AS menyatakan bahwa hanya lima hingga tujuh warga sipil terbunuh.
Namun ketika gambar dari telepon seluler yang kemudian disampaikan ke militer AS menunjukkan lusinan mayat di lokasi serangan, maka Panglima Militer AS senior di Afghanistan, David McKiernan, memerintahkan pengusutan terbaru.
Insiden tersebut mempertajam ketegangan antara pemerintah Afghanistan dan AS perihal penambahan jumlah korban sipil dalam operasi AS dan NATO. (Xinhua/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar