(Moskow) – Rusia mengumumkan telah menyelesaikan penarikan mundur pasukannya dari Georgia.
Militer Rusia mengatakan bahwa dengan tim pengamat gencatan senjata Uni Eropa bersiap siaga, tank-tank Moskow telah menyelesaikan penarikan keluar pasukan dari pinggir kota Gori, Georgia pusat, dekat wilayah otonomi Georgia yang diperselisihkan, Ossetia Selatan.
Pasukan telah ditempatkan di area sejak melancarkan penyerangan menuju Georgia pada bulan Agustus, dan bersikeras bahwa mereka akan tinggal disana guna memastikan keamanan Ossetia Selatan.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang mengunjungi Perancis, juga menegaskan rencana penarikan seluruh tentara Rusia dari Georgia, menjelang tenggat waktu hari Jumat.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, penengah gencatan senjata, menyambut penarikan, dengan mengatakan Rusia mempertahankan janjinya.
Namun, pertikaian terus berlanjut antara Rusia dan Georgia perihal status Ossetia Selatan dan Abkhazia, yang secara sepihak mengumumkan kemerdekaannya dari Georgia.
Georgia juga bereaksi dengan tajam terhadap rencana Rusia untuk menyiapkan pangkalan militer di kedua wilayah dan menempatkan 7,600 pasukan disana.
Analis mengatakan nampaknya hanya ada sedikit kesempatan untuk mempersempit celah antara Rusia dan Georgia, dan negara-negara Eropa, meskipun pertemuan internasional dijadwalkan untuk pekan depan di Swiss. (NHK/Lala/Internasional)
Militer Rusia mengatakan bahwa dengan tim pengamat gencatan senjata Uni Eropa bersiap siaga, tank-tank Moskow telah menyelesaikan penarikan keluar pasukan dari pinggir kota Gori, Georgia pusat, dekat wilayah otonomi Georgia yang diperselisihkan, Ossetia Selatan.
Pasukan telah ditempatkan di area sejak melancarkan penyerangan menuju Georgia pada bulan Agustus, dan bersikeras bahwa mereka akan tinggal disana guna memastikan keamanan Ossetia Selatan.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang mengunjungi Perancis, juga menegaskan rencana penarikan seluruh tentara Rusia dari Georgia, menjelang tenggat waktu hari Jumat.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, penengah gencatan senjata, menyambut penarikan, dengan mengatakan Rusia mempertahankan janjinya.
Namun, pertikaian terus berlanjut antara Rusia dan Georgia perihal status Ossetia Selatan dan Abkhazia, yang secara sepihak mengumumkan kemerdekaannya dari Georgia.
Georgia juga bereaksi dengan tajam terhadap rencana Rusia untuk menyiapkan pangkalan militer di kedua wilayah dan menempatkan 7,600 pasukan disana.
Analis mengatakan nampaknya hanya ada sedikit kesempatan untuk mempersempit celah antara Rusia dan Georgia, dan negara-negara Eropa, meskipun pertemuan internasional dijadwalkan untuk pekan depan di Swiss. (NHK/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar