| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

30 April 2008

Citigroup Jual US$ 3 Milyar Saham

(New York) – Citigroup merencanakan akan menjual 3 milyar dollar saham umum untuk mendukung tingkat modalnya, dan mengirimkan turun sahamnya setelah perdagangan sore.

Bank terbesar AS tersebut menaikkan modal setelah menderita kerugian bersih 15 milyar dollar selama 2 kuartal terakhir dan melaporkan peminjaman sebesar 45 milyar dollar serta kerugian kredit sejak 30 Juni.

Kepala Pegawai Keuangan Gary Crittenden dalam pernyataannya mengatakan Citigroup telah menerima perhatian yang kuat pada penawaran publik. Isu tersebut, menurut perusahaan, dapat berkembang luas.

Sejak akhir 2007, Citigroup telah meningkatkan modal lebih dari 36 milyar dollar, termasuk penjualan saham istimewa minggu lalu sebesar 6 milyar dollar. Bank juga menjual asset seperti portfolio pinjaman pengumpilan yang terjual bulan ini ke investor modal swasta.

Pengamat mengatakan penjualan saham adalah hal yang wajar setelah saham Citigroup naik 46 persen dari penurunan ke level 18.00 dollar pada 17 Maret, yang tak pernah terjadi sejak Oktober 1998 saat timbul keoptimisan bahwa kerugian yang terburuk telah lewat. Penawaran ini adalah yang pertama dalam peningkatan modal Citigroup yang melibatkan saham umum.

“Sudah pasti akan mencair, namun lebih cerdas daripada harus membayar premi tinggi untuk pengeluaran yang diutamakan,” kata kepala eksekutif Manajemen Asset Smith, William Smith, di New York yang menguasai saham Citigroup.

Citigroup rencananya akan menjual saham pada Rabu. Demikian diungkapkan laporan.

Bank Federal AS juga diharapkan memotong suku bunga pada hari itu. Jika Bank Sentral menyatakan stabilitas kembali pada sistem keuangan, maka saham bank dapat dikumpulkan sehingga Citigroup dapat memperoleh harga saham yang lebih baik.

Citgroup adalah salah satu dari bank-bank besar dan perdagangan perantara seluruh dunia yang menaikkan modal dan melepaskan asset setelah dilanda krisis kredit perumahan selama bertahun-tahun dan hutang lainnya.

“Separah apapun sektor ini, seberapa banyak pukulan yang diterima, tampaknya ada beberapa orang yang sangat ingin melempar uang pada orang-orang ini,” ujar Smith. (Reuters/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: