| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

30 April 2008

Kenaikan Harga BBM Belum Jadi Usulan Pemerintah

(Jakarta) - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Paskah Suzetta, membantah informasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dimuat di sejumlah media.

“Itu belum menjadi usulan pemerintah kenapa harus dimuat. Pemerintah tetap akan melihat realisasi APBN sampai kuartal kedua nanti. Bagaimana realisasinya dikaitkan dengan asumsi harga minyak sebesar US$ 95 per barel dalam APBNP 2008,” ujar Ketua Bappenas saat ditemui di kantor Depkeu, Jakarta, Rabu (30/4).

Selain itu, kata Paskah, pemerintah belum sampai pada skenario menaikan harga minyak. “Tak ada skenario itu, karena tidak ada dasar hukumnya kalau sekarang menaikan harga minyak tanpa melihat realisasi APBNP,” bantahnya.

Pemerintah tetap pada skenario dengan asumsi harga minyak 95 per barel. Pasalnya kenaikan harga minyak belum month to month baru week to week sehingga tidak bisa jadi ukuran, karena menurutnya apabila proyeksi asumsi selalu berubah maka menimbulkan ketidakpercayaan dari pasar.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya peluang APBNP-2, Paskah mengatakan akan melihat perkembangan harga minyak selama dua bulan kedepan.

“Jangan dilihat hanya perhitungan satu lembaga, beberapa lembaga internasional hitung lebih rendah. Dan APBN kan kita hitungnya dua bulan kedepan,” jelasnya.

Terkait implementasi smart card, Paskah menyatakan itu urusan Menteri ESDM. “Ia (Menteri ESDM-red) sudah katakan itu untuk jangka menengah, kalau jangka pendek dengan mengurangi subsidi tapi bukan menaikan harga BBM,” paparnya. (Renny/Mimie/Sektor Riil)

Tidak ada komentar: