(Jakarta) – Kebijakan pemerintah membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya dapat menunda proses kemiskinan rakyat semata.
“Kebijakan BLT selain sebagai suap politik juga merupakan kebijakan menunda proses kemiskinan sekaligus kebijakan melahirkan perilaku pengemis,” kata Pengamat Ekonomi Politik Ichsanudin Noorsy kepada Indonesiaontime, Jakarta, Minggu (25/5).
Dengan demikian, lanjutnya, untuk jangka pendek kenaikan BBM dapat memunculkan gejolak sosial pada rakyat.
“Sedangkan untuk jangka panjang, kelangkaan energi dan kebijakan ekonomi pasar yang akan melanda,” ujarnya.
Dikhawatirkan Ichsanudin, fenomena kenaikan BBM ini akan mendongkrak kemiskinan hingga 500 jiwa serta pengangguran yang akan bertambah sekira 250 ribu orang.
Selain itu, menurut Ichsanudin, kredit bermasalah juga akan meningkat menjadi 5,5 sampai 6 persen. Dan angka inflasi akhir tahun 2008 ini akan bertengger di angka 10 persen.
Ichsanudin menilai, pemerintah saat ini tengah menjalankan proses pengalihan surplus ekonomi nasional dan daya beli dari masyarakat menengah dan kelas bawah ke kelompok kaya. (Mimie)
“Kebijakan BLT selain sebagai suap politik juga merupakan kebijakan menunda proses kemiskinan sekaligus kebijakan melahirkan perilaku pengemis,” kata Pengamat Ekonomi Politik Ichsanudin Noorsy kepada Indonesiaontime, Jakarta, Minggu (25/5).
Dengan demikian, lanjutnya, untuk jangka pendek kenaikan BBM dapat memunculkan gejolak sosial pada rakyat.
“Sedangkan untuk jangka panjang, kelangkaan energi dan kebijakan ekonomi pasar yang akan melanda,” ujarnya.
Dikhawatirkan Ichsanudin, fenomena kenaikan BBM ini akan mendongkrak kemiskinan hingga 500 jiwa serta pengangguran yang akan bertambah sekira 250 ribu orang.
Selain itu, menurut Ichsanudin, kredit bermasalah juga akan meningkat menjadi 5,5 sampai 6 persen. Dan angka inflasi akhir tahun 2008 ini akan bertengger di angka 10 persen.
Ichsanudin menilai, pemerintah saat ini tengah menjalankan proses pengalihan surplus ekonomi nasional dan daya beli dari masyarakat menengah dan kelas bawah ke kelompok kaya. (Mimie)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar