(Jakarta) – Implementasi pajak progresif sebesar 60 persen terhadap konglomerat di Indonesia merupakan langkah alternatif untuk menyelamatkan Indonesia.Hal ini disampaikan Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman kepada Indonesiaontime, Jakarta, hari ini (25/5).
“Pajak progresif 60 persen terhadap 200 konglomerat, termasuk Menkesra Aburizal Bakrie dengan kekayaan US$ 5,4 miliar dan Wapres Jussuf Kalla US$ 230 juta adalah alternatif profresif untuk menyelamatkan Indonesia tanpa mengorbankan rakyat,” kata Fadjroel.
Selain itu, tegas Fadjroel, pemerintah juga dapat melakukan renegoisasi terhadap hasil kekayaan alam yang ada di Indonesia.
“Renegoisasi atas 80 persen minyak, gas, tambang yang dikuasai asing, dengan nilai 70 persen milik AS juga bisa dilakukan,” ujar mantan aktivis mahasiswa tahun 80-an ini.
Langkah antisipatif ini, menurut Fadjroel seharusnya dapat dilakukan pemerintah sehingga tidak perlu adanya kenaikan harga BBM yang membuat rakyat makin terpuruk. (Mimie)
“Pajak progresif 60 persen terhadap 200 konglomerat, termasuk Menkesra Aburizal Bakrie dengan kekayaan US$ 5,4 miliar dan Wapres Jussuf Kalla US$ 230 juta adalah alternatif profresif untuk menyelamatkan Indonesia tanpa mengorbankan rakyat,” kata Fadjroel.
Selain itu, tegas Fadjroel, pemerintah juga dapat melakukan renegoisasi terhadap hasil kekayaan alam yang ada di Indonesia.
“Renegoisasi atas 80 persen minyak, gas, tambang yang dikuasai asing, dengan nilai 70 persen milik AS juga bisa dilakukan,” ujar mantan aktivis mahasiswa tahun 80-an ini.
Langkah antisipatif ini, menurut Fadjroel seharusnya dapat dilakukan pemerintah sehingga tidak perlu adanya kenaikan harga BBM yang membuat rakyat makin terpuruk. (Mimie)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar