| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

20 Mei 2008

Izin Pemasaran Vaksin H5N1

Perusahaan farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) telah memperoleh izin persetujuan Uni Eropa untuk vaksinnya yang dirancang untuk melindungi orang dari virus flu burung H5N1.

Persetujuan ini menjadikan Prepandrix vaksin pertama untuk menerima izin pemakaian di blok beranggotakan 27 negara ini. Pemerintah negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Swiss, telah mulai menimbun vaksin semacam.

Virus H5N1 dikhawatirkan bisa bermutasi menjadi bentuk yang bisa menyebar di antara manusia, dan menyebabkan kematian jutaan orang.

Peluang penjualan

Sejak tahun 2003, virus flu burung menyebar dalam beberapa jenis berbeda di Asia, Eropa dan Afrika.

GSK mengatakan, vaksin Prepandrix bekerja efektif untuk melawan jenis-jenis virus flu burung tersebut."Vaksin ini menandai perkembangan penting dalam kemampuan dunia untuk menghadapi pandemi influenza," kata chief executive GSK Jean-Pierre Garnier.

Perusahaan-perusahaan obat lain, termasuk, perusahaan farmasi Prancis Sanofi Aventis dan pabrik Swiss Novartis, juga telah mengembangkan vaksin flu burung, yang menurut para analis mungkin mendatangkan pemasukan bernilai $1 miliar bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Hingga sekarang, virus H5N1 utamanya masih berjangkit pada unggas, namun para ilmuwan khawatir bahwa virus paling mungkin menjadi pandemi dunia berikutnya pada manusia. (BBC/Nurseffi/Kesehatan)

Tidak ada komentar: