(Jakarta) – Bertepatan dengan peringatan ‘100 Tahun Kebangkitan Nasional’, Selasa (20/5), DKI Jakarta akan diwarnai dengan demonstrasi menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bekas aktivis PDI Perjuangan Haryanto Taslam bakal memimpin salah satu demo BBM.Pemuda Demokrat Indonesia memulai aksinya pukul 07.00 WIB, dengan berorasi di tiga lokasi, Tugu Proklamasi, Bundaran HI, dan Istana Negara. Di sini Haryanto Taslam, mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP, akan memimpin aksi beranggotakan sekitar 500 orang tersebut.
Berikutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Dewan Pimpinan Nasional Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia beraksi di Bundaran HI, dengan kekuatan sekitar 150 orang pengunjuk rasa. Mereka juga mengusung tema aksi menolak rencana kenaikan harga BBM.
Tema yang sama dipilih sekitar seratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri, Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang akan beraksi di depan Istana Negara. Siang harinya, juga ada massa dari Front Rakyat Menggugat/Komite Indonesia Bangkit, sekitar pukul 13.00 WIB. Selain di Istana Negara, sasaran aksinya juga di Bundaran Hotel Indonesia.
Aksi yang dipimpin Ferry J Juliantono ini selain mengusung tema menolak kenaikan harga BBM juga menuntut pemerintah menurunkan harga sembako, dan usir "antek-antek neoliberal". Aksi ini diperkirakan diikuti sekitar 3.000 orang. Rencananya, setelah menggelar unjuk rasa, massa akan menginap di Tugu Proklamasi untuk mempersiapkan aksi hari berikutnya, Rabu (21/5).
Yang membawa tema lain, mahasiswa Universitas Trisaksi yang menggelar unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, pukul 10.00 WIB. Aksi yang dipimpin Ilham D Putra diperkuat sekitar 200 demonstran. Mereka akan berorasi dengan tuntutan pembentukan peradilan HAM Ad Hoc Trisakti. (*/Naz)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar