(Beijing) – Ketua partai yang berkuasa di Taiwan tiba di China untuk melakukan kunjungan selama enam hari, dan mengisyaratkan hubungan yang membaik antara kedua negara.
Selama kunjungannya, Ketua Kuomintang (Partai Nasionalis) Wu Poh-hsiung akan bertemu pemimpin-pemimpin utama untuk membahas jaringan transportasi lintas selat.
Wu dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Hu Jintao pada hari Rabu.
“Saya harap kunjungan ini akan memperkuat ikatan lintas selat yang positif, memastikan keamanan warga Taiwan, memelihara kesejahteraan warga Taiwan dan mendorong kebijakan mengenai pemerintah China,” kata Wu.
Kunjungan Wu Poh-hsiung, pemimpin pertama dari partai pemerintah Taiwan yang bertandang ke China sejak kedua pihak terpecah tahun 1949, tiba beberapa hari setelah Ma Ying-jeou diambil sumpah sebagai presiden baru Taiwan.
Ma menginginkan hubungan yang lebih erat dengan China dan menyerukan babak baru perdamaian dibuka.
Pendahulunya, Chen Shui-bian telah membuat China geram dengan bergerak ke arah kemerdekaan yang formal sehingga hubungan kedua negara semakin tegang.
China bersikukuh Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, meskipun keduanya telah memerintah secara terpisah sejak tahun 1949. (BBC/Lala/Internasional)
Selama kunjungannya, Ketua Kuomintang (Partai Nasionalis) Wu Poh-hsiung akan bertemu pemimpin-pemimpin utama untuk membahas jaringan transportasi lintas selat.
Wu dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Hu Jintao pada hari Rabu.
“Saya harap kunjungan ini akan memperkuat ikatan lintas selat yang positif, memastikan keamanan warga Taiwan, memelihara kesejahteraan warga Taiwan dan mendorong kebijakan mengenai pemerintah China,” kata Wu.
Kunjungan Wu Poh-hsiung, pemimpin pertama dari partai pemerintah Taiwan yang bertandang ke China sejak kedua pihak terpecah tahun 1949, tiba beberapa hari setelah Ma Ying-jeou diambil sumpah sebagai presiden baru Taiwan.
Ma menginginkan hubungan yang lebih erat dengan China dan menyerukan babak baru perdamaian dibuka.
Pendahulunya, Chen Shui-bian telah membuat China geram dengan bergerak ke arah kemerdekaan yang formal sehingga hubungan kedua negara semakin tegang.
China bersikukuh Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, meskipun keduanya telah memerintah secara terpisah sejak tahun 1949. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar