(Yangoon) - Myanmar mengumumkan tiga hari berkabung untuk korban topan Nargis, 17 hari setelah topan tersebut menerjang. Demikian disampaikan televisi negara.
Pengumumkan ini disampaikan, setelah sekutu Myanmar, Cina memulai masa tiga hari berkabung bagi para korban gempa bumi Sichuan.
Para pengamat mengatakan, langkah pemerintah Myanmar ini mungkin menunjukkan negara itu lebih terbuka kepada dunia luar, dan kini mengakui tingkat bencana yang sebelumnya dinyatakan kecil oleh rezim militer.
Sebelumnya, Myanmar setuju untuk menerima lebih banyak bantuan dalam pertemuan puncak darurat di Singapura.
Para pemimpin militer Myanmar yang tertutup sangat membatasi jumlah pekerja bantuan asing yang diperkenankan masuk sejak topan 2 Mei, yang menyebabkan 78,000 orang tewas dan sekitar 55,000 hilang.
Televisi negara Myanmar mengumumkan, bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang selama masa berkabung.
"Karena banyak orang tewas oleh topan Nargis, maka kami mengumumkan tiga hari berkabung dari 20 hingga 22 Mei, dan akan menurunkan bendera setengah tiang mulai 0900 (0930 WIB) pada tanggal 20 Mei," kata pernyataan tersebut.
Di Singapura, perhimpunan negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, mengatakan Myanmar akan menerima relawan dan bantuan dari semua pihak bagi para korban topan Nargis.
Dalam pertemuan di Singapura hari Senin, para menteri luar negeri ASEAN sepakat bahwa ASEAN akan menjadi koordinator upaya bantuan.
Dalam penjelasannya saat konferensi pers, Menteri Luar negeri Indonesia Hassan Wirayuda menggambarkan kesepakatan tersebut merupakan "terobosan" yang mengakhiri ketidakpastian pasca topan Nargis menerjang Myanmar. (BBC/Lala/Internasional)
Pengumumkan ini disampaikan, setelah sekutu Myanmar, Cina memulai masa tiga hari berkabung bagi para korban gempa bumi Sichuan.
Para pengamat mengatakan, langkah pemerintah Myanmar ini mungkin menunjukkan negara itu lebih terbuka kepada dunia luar, dan kini mengakui tingkat bencana yang sebelumnya dinyatakan kecil oleh rezim militer.
Sebelumnya, Myanmar setuju untuk menerima lebih banyak bantuan dalam pertemuan puncak darurat di Singapura.
Para pemimpin militer Myanmar yang tertutup sangat membatasi jumlah pekerja bantuan asing yang diperkenankan masuk sejak topan 2 Mei, yang menyebabkan 78,000 orang tewas dan sekitar 55,000 hilang.
Televisi negara Myanmar mengumumkan, bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang selama masa berkabung.
"Karena banyak orang tewas oleh topan Nargis, maka kami mengumumkan tiga hari berkabung dari 20 hingga 22 Mei, dan akan menurunkan bendera setengah tiang mulai 0900 (0930 WIB) pada tanggal 20 Mei," kata pernyataan tersebut.
Di Singapura, perhimpunan negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, mengatakan Myanmar akan menerima relawan dan bantuan dari semua pihak bagi para korban topan Nargis.
Dalam pertemuan di Singapura hari Senin, para menteri luar negeri ASEAN sepakat bahwa ASEAN akan menjadi koordinator upaya bantuan.
Dalam penjelasannya saat konferensi pers, Menteri Luar negeri Indonesia Hassan Wirayuda menggambarkan kesepakatan tersebut merupakan "terobosan" yang mengakhiri ketidakpastian pasca topan Nargis menerjang Myanmar. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar