| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

21 Mei 2008

Obama Coba Perbesar Perolehan Suara

(Oregon) - Barack Obama berharap melangkah pasti menggenggam nominasi calon presiden dari Partai Demokrat, dalam pemilihan bakal calon presiden partai itu di negara bagian Oregon dan Kentucky.

Senator Obama hampir dipastikan menang di Oregon, sedangkan Hillary Clinton diperkirakan menang di Kentucky.

Dalam berbagai pemilihan awal sejauh ini, Obama mendapat lebih banyak jumlah delegasi yang akan memilih calon presiden dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat.

Dengan hanya tinggal sedikitnya jumlah delegasi yang diperebutkan dalam pemilihan awal kali ini, tampaknya hampir tidak mungkin Hillary Clinton dapat menyusul perolehan delegasi.

Clinton berkeras mengatakan, pertarungan ini belum berakhir, namun Obama sekarang ingin membuktikan sebaliknya.

Obama juga memimpin perolehan jumlah delegasi khusus yang disebut "super-delegates", kalangan elit partai yang memiliki hak suara dalam konvensi dan berhak memilih kandidat yang mereka inginkan.

Pemilihan awal hari Selasa ini tampaknya tidak akan mendorong Obama mendapatkan jumlah delegasi total yang dibutuhkan untuk memastikan diri menjadi calon Partai Demokrat, yaitu 2.026.

Akan tetapi dia diperkirakan akan mendapat mayoritas delegasi yang didapat lewat suara rakyat negara-negara bagian di berbagai pemilihan awal sejauh ini.

Hal ini dapat mendorong para delegasi super yang sampai saat ini masih belum memutuskan untuk mendukung Obama.

Tamparan


Hillary Clinton memfokuskan kampanyenya pada Kentucky, dan berbagai jajak pendapat menunjukkan dia akan menang besar.

Ini masih jauh dari akhir," kata Hillary kepada para pendukungnya di sebuah rapat akbar hari Senin.

Kubu Hillary memperingatkan agar Obama tidak terlalu cepat menyatakan kemenangan dan mengatakan, bila itu terjadi, tersebut akan menjadi tamparan bagi jutaan pendukung Clinton sejauh ini dan orang-orang di negara bagian lain yang belum memilih.

Kubu Obama semakin tampak mendorong kesan bahwa dia sudah pasti menggenggam nominasi Partai Demokrat dan akan menjadi calon yang menantang calon presiden dari Partai Republik, John McCain dalam pemilihan presiden bulan November mendatang.

"Disaat kita mendekati kemenangan di satu pemulihan, tantangan berikutnya sudah mulai memanas," tulis manajer kampanye Obama, David Plouffe dalam sebuah pesan e-mail kepada para pendukung Obama hari Senin.

"Presiden Bush dan Senator McCain sudah mulai mengatur serangan terhadap Barack Obama dalam upaya mereka untuk memperpanjang berbagai kebijakan yang gagal untuk masa jabatan ketiga."

Penilaian Ceroboh

Obama direncanakan akan berpidato di Iowa, tempat dia pertama kali memenangkan pemilihan awal bulan Januari lalu, sebelum hasil pemilihan dua negara bagian hari ini diketahui.

Maksudnya jelas untuk menunjukkan tanpa mengatakan, bahwa masa pemilihan awal hampir berakhir dan pemilihan presiden yang sebenarnya sudah dimulai, demikian menurut wartawan BBC urusan Amerika Utara Justin Webb.

Wartawan kami menambahkan walaupun Clinton menekankan pertarungan masih berlangsung, kenyataannya adalah para delegasi super yang masih belum secara resmi memutuskan semakin condong kepada Obama.

Menurut kantor berita Associated Press, Obama mendapat dukungan enam lagi delegasi super hari Senin, sehingga jumlah total delegasi secara keseluruhan adalah 1.915, sementara Clinton memiliki 1.721.

Begitu jumlah delegasi biasa yang diperebutkan di Kentucky dan Oregon sudah diraih kedua kandidat, Obama mungkin hanya akan kekurangan 50-75 delegasi dari jumlah delegasi yang dibutuhkan untuk memastikan nominasi, yaitu 2.026, demikian menurut AP.

Senator McCain, yang berasal dari Arizona, sudah mulai memfokuskan kecaman kepada Obama, yang kemungkinan besar akan menjadi pesaingnya bulan November nanti.

Hari Senin McCain mengecam Obama mengenai pernyataan yang dia keluarkan sehari sebelumnya bahwa Iran bukan merupakan ancaman sebesar Uni Soviet dulu bagi Amerika.

"Pernyataan seperti itu menunjukkan betapa kurang berpengalamannya Senator Obama dan bahwa dia memiliki penilaian ceroboh. Ini adalah kelemahan sangat serius yang dimiliki seorang presiden Amerika," kata McCain.

Sebagai jawabannya, Obama mengatakan, walaupun dia menganggap Iran merupakan "ancaman besar", Iran tidak memiliki senjata nuklir, sementara Uni Soviet "memiliki ribuan." (BBC/Nurseffi/Internasional)

Tidak ada komentar: