(Jakarta) – DPP Real Estat Indonesia (REI) menyanggah jika peruntukan program rumah susun sederhanan milik (rusunami) tidak tepat sasaran. Namun REI juga mengakui sementara ini pemesannya lebih banyak dari kalangan yang bukan target sasaran program rusunami.“Bukan tidak tepat sasaran. Kriteria rusunani itu bagi yang berpenghasilan kurang dari Rp 4,5 juta maka diberi subsidi oelah pemerintah dan dibebaskan dari PPN, tapi yang penghasilannya di atas Rp 4,5 juta tetap dibebani PPN dan tidak ada subsidi,” kata Sekretaris Jenderal DPP REI Alwi Bagir Mulachela di Jakarta, Sabtu (3/5).
Namun, Alwi mengakui sampai saat ini pemesan rusunami kebanyakan berpenghasilan lebih dari Rp 4,5 juta.”Menurut peryataanan dari Bank BTN, pemesan rusunami di BTN kebanyakan yang berpenghasilan diatas Rp 4,5 juta jumlahnya 3000-an orang”
Rusunami adalah program perumahan untuk memenuhi kebutuhan rumah hunian di tengah kota. Target rusunami yang akan dibangun adalah 86 tower (1 tower terdiri dari 600 unit), dan sampai saat ini sudah berdiri 61 tower. Harga yang dietetapkan untuk setiap unit adalah Rp.144 juta. (Reny/Adi/Ekbis-Sektor Riil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar