(Jakarta) – Upaya penyelamatan kebocoran anggaran pajak yang terjadi di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, diragukan Pengamat Pajak Asri Harahap dapat menjadi solusi untuk menghindari rencana menaikkan harga BBM. “Saya tidak dapat memastikan karena kenaikkan BBM ini kadang-kadang taktis sekali, apa pajak mampu menutupinya, kasihan juga wajib pajak bisa diperah habis-habisan,” jelas Asri kepada Indonesia Ontime, di Jakarta, hari ini (18/5).
Menurut Asri, yang mampu menyelamatkan BBM adalah regulasi mengenai BBM itu sendiri. “Jika regulasi diperbaiki maka investor bisa masuk, lalu sumur-sumur kita yang masih ada cadangan minyaknya bisa lebih dieksploitasi lagi. Karena penyakit dasarnya, kita kebanyakan konsumsi daripada produksi,” ujarnya.
Kemudian memotong jalur perdagangan minyak langsung ke negara pengguna tanpa harus melalui perantara, lanjut Asri, dapat menghemat anggaran
Selain itu, tambahnya, menaikkan pajak kendaraan bermotor bisa menjadi solusi alternatif pemerintah dalam menanggulangi permasalahan BBM. Namun, harus dibarengi dengan penyediaan sarana angkutan umum yang nyaman bagi penumpang.
“Tapi ingat pajak kendaraan bermotor itu masuk daerah bukan pusat, jadi ya ubah dulu Undang-undangnya,” ungkap Asri.
Sebelumnya, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyarankan pemerintah untuk memperkecil kebocoran anggaran di sektor pajak daripada menaikan harga BBM. (Nurseffi/Mimie/Sektor Riil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar