(Jakarta) – Mantan Pangdam Jaya Letjen (Purn) Sutiyoso menilai kondisi tentara Indonesia bertolak belakang dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (hankamrata) yang dianut Indonesia saat ini.Menurut Sutiyoso, sistem hankamrata Indonesia saat ini menganut paham tentara yang kecil dan profesional serta kekuatan massal rakyat yang terlatih.
“Namun keduanya tidak berjalan. Kecil iya, bahkan terkecil di dunia karena jumlah tentaranya hanya 0,03 persen dari jumlah penduduk. Profesional juga tidak karena tentara kita tidak pernah dikasih uang untuk pelatihan professional,” kata Sutiyoso di Jakarta, Sabtu (31/5).
Sutiyoso menambahkan, pelatihan profesional tentara ini merupakan salah satu faktor yang bisa mengangkat martabat tentara Indonesia di mata internasional.
“Menurut pengalaman saya waktu di pelatihan di Amerika, tentara biasa Amerika latihan terjun paying seminggu sekali, sementara saya yang pasukan elit hanya (latihan) sekali setahuh. Ini kenapa kita suka diledek oleh negara lain,” pungkasnya. (Mimie/Adi/Pol-Pmerintahan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar