(Seoul) – Pembicaraan antara negosiator Amerika Serikat dan Korea Selatan mengenai pembukaan kembali impor daging sapi AS telah berakhir tanpa kesepakatan antara kedua pihak. Demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri di Seoul, Senin.
“Menteri Perdagangan Kim Jong Hoon, yang berharap dapat menegosiasikan ekstra perlindungan terhadap resiko penyakit sapi gila, balik ke kediamannya,” kata kementerian dalam pernyataannya.
Kim bertemu dengan perwakilan perdagangan AS, Susan Schwab pada hari Jumat dan Sabtu lalu, untuk menjamin pejabat AS yang mendukung keputusan Seoul untuk meniadakan daging dari sapi yang lebih tua, yang cenderung dianggap lebih berpotensi penyakit.
Adapun perlindungan semacam ini bukanlah bagian dari perjanjian asli. “Kedua negara setuju bekerjasama untuk menghasilkan resolusi yang memuaskan satu sama lain.” kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.
Selain itu menurut kedua pihak, akan diperlukan waktu lebih lama untuk menguji keterangan teknis bagi penyusunan cara efektif mengimpor (hanya) daging sapi dari sapi berumur dibawah 30 bulan.
Sementara, puluhan ribu warga Korea yang menyerukan daging sapi AS membawa resiko penyakit sapi gila, melangsungkan aksi protes di jalanan selama beberapa bulan terakhir terhadap perjanjian melanjutkan impor. Hal ini mencetuskan krisis politik di pemerintahan Seoul.
Perjanjian impor yang disepakati April lalu belum berujung pada kekerasan.
Lebih lanjut, pembicaraan antara AS dan Korea Utara disepakati akan dilanjutkan melalui saluran diplomasi. (AFP/Lala/Internasional)
“Menteri Perdagangan Kim Jong Hoon, yang berharap dapat menegosiasikan ekstra perlindungan terhadap resiko penyakit sapi gila, balik ke kediamannya,” kata kementerian dalam pernyataannya.
Kim bertemu dengan perwakilan perdagangan AS, Susan Schwab pada hari Jumat dan Sabtu lalu, untuk menjamin pejabat AS yang mendukung keputusan Seoul untuk meniadakan daging dari sapi yang lebih tua, yang cenderung dianggap lebih berpotensi penyakit.
Adapun perlindungan semacam ini bukanlah bagian dari perjanjian asli. “Kedua negara setuju bekerjasama untuk menghasilkan resolusi yang memuaskan satu sama lain.” kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.
Selain itu menurut kedua pihak, akan diperlukan waktu lebih lama untuk menguji keterangan teknis bagi penyusunan cara efektif mengimpor (hanya) daging sapi dari sapi berumur dibawah 30 bulan.
Sementara, puluhan ribu warga Korea yang menyerukan daging sapi AS membawa resiko penyakit sapi gila, melangsungkan aksi protes di jalanan selama beberapa bulan terakhir terhadap perjanjian melanjutkan impor. Hal ini mencetuskan krisis politik di pemerintahan Seoul.
Perjanjian impor yang disepakati April lalu belum berujung pada kekerasan.
Lebih lanjut, pembicaraan antara AS dan Korea Utara disepakati akan dilanjutkan melalui saluran diplomasi. (AFP/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar