(Serbia) - Terdakwa pelaku kejahatan perang Bosnia, Radovan Karadzic, tertangkap setelah selama hampir 13 tahun hidup dalam pelarian.
Pengukuhan penahanan ini disampaikan lewat pernyataan dari Presiden Serbia Boris Tadic, yang mengatakan Karadzic ditahan oleh pasukan keamanan Serbia, dan telah dibawa menghadap hakim di Beograd.
Mahkamah Kejahatan Internasional berusaha menangkap Karadzic sejak tahun 1995, bersama dengan mantan komandan militer Ratko Mladic yang sekarang masih bersembunyi. Minggu lalu, pasukan penjaga perdamaian Uni Eropa menggerebek rumah istri Karadzic.
Pada waktu itu, Uni Eropa mengatakan operasi dimaksudkan untuk mengetahui hubungan Karadzic dengan keluarganya. Penangkapan ini disambut baik oleh jaksa penuntut di Den Haaq sebagai "sebuah terobosan besar.
"Saya mendapatkan informasi dari kolega kami di Beograd mengenai suksesnya operasi yang berakhir dengan ditangkapnya Radovan Karadzic," kata Serge Brammertz, kepala jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Perang untuk bekas Yugoslavia.
"Ini merupakan hari yang penting bagi korban yang telah menunggu begitu lama atas penahanan tersebut.
"Ini juga merupakan hari penting bagi keadilan internasional, karena ini menunjukkan bahwa tidak seorangpun yang berada di luar jangkauan hukum. Cepat atau lambat, semua pelarian akan bisa ditangkap diadili."
Bantahan Karadzic
Karadzic sendiri selalu membantah keterlibatan dalam tindak kejahatan perang sejak dia dituduh pertama kalinya, dan menolak mengakui keabsahan pengadilan PBB.
PBB mengatakan pasukan Karadzic membunuh sedikitnya 7500 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica di bulan Juli 1995 sebagai bagian dari usaha menteror dan melemahkan semangat penduduk Muslm Bosna dan Kroasia Bosnia.
Dia juga didakwa menyerang Sarajevo, dan menggunakan 284 pasukan penjaga perdamaian PBB, sebagai tameng manusia di bulan Mei dan Juni 1995. Setelah perjanjian Dayton yang mengakhiri perang Bosnis, mantan presiden itu bersembunyi. (BBC/Nurseffi)
Pengukuhan penahanan ini disampaikan lewat pernyataan dari Presiden Serbia Boris Tadic, yang mengatakan Karadzic ditahan oleh pasukan keamanan Serbia, dan telah dibawa menghadap hakim di Beograd.
Mahkamah Kejahatan Internasional berusaha menangkap Karadzic sejak tahun 1995, bersama dengan mantan komandan militer Ratko Mladic yang sekarang masih bersembunyi. Minggu lalu, pasukan penjaga perdamaian Uni Eropa menggerebek rumah istri Karadzic.
Pada waktu itu, Uni Eropa mengatakan operasi dimaksudkan untuk mengetahui hubungan Karadzic dengan keluarganya. Penangkapan ini disambut baik oleh jaksa penuntut di Den Haaq sebagai "sebuah terobosan besar.
"Saya mendapatkan informasi dari kolega kami di Beograd mengenai suksesnya operasi yang berakhir dengan ditangkapnya Radovan Karadzic," kata Serge Brammertz, kepala jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Perang untuk bekas Yugoslavia.
"Ini merupakan hari yang penting bagi korban yang telah menunggu begitu lama atas penahanan tersebut.
"Ini juga merupakan hari penting bagi keadilan internasional, karena ini menunjukkan bahwa tidak seorangpun yang berada di luar jangkauan hukum. Cepat atau lambat, semua pelarian akan bisa ditangkap diadili."
Bantahan Karadzic
Karadzic sendiri selalu membantah keterlibatan dalam tindak kejahatan perang sejak dia dituduh pertama kalinya, dan menolak mengakui keabsahan pengadilan PBB.
PBB mengatakan pasukan Karadzic membunuh sedikitnya 7500 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica di bulan Juli 1995 sebagai bagian dari usaha menteror dan melemahkan semangat penduduk Muslm Bosna dan Kroasia Bosnia.
Dia juga didakwa menyerang Sarajevo, dan menggunakan 284 pasukan penjaga perdamaian PBB, sebagai tameng manusia di bulan Mei dan Juni 1995. Setelah perjanjian Dayton yang mengakhiri perang Bosnis, mantan presiden itu bersembunyi. (BBC/Nurseffi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar