(Kabul) – Presiden Afghanistan Hamid Karzai menghalangi upaya untuk mengendalikan persoalan obat-obatan terlarang di negaranya. Hal ini dikatakan mantan pejabat pemberantasan narkotika AS, Thomas Schweich.
Schweich mengatakan Karzai telah melindungi bandar narkoba karena alasan politis dan mentoleransi korupsi pada tingkat tertentu daripada kehilangan kekuasaannya.
Menurutnya, mantan jaksa agung menginformasikan padanya bahwa presiden telah mencegah penuntutan terhadap beberapa 20 pejabat.
Karzai menyangkal klaim tersebut, seraya mengatakan pemerintahannya telah memotong produksi obat-obat terlarang. “Tidak ada yang telah berbuat sebaik yang kami lakukan dalam tujuh tahun terakhir di ladang pembasmian narkotika,” katanya pada wartawan.
Presiden mengaku pemerintahannya telah memberantas atau sangat mengurangi produksi narkotika di lebih dari setengah provinsi-provinsi negara itu.
Namun Schweich, yang hingga bulan Juni masih menjabat sebagai koordinator departemen negara AS untuk pemberantasan narkotika dan reformasi keadilan di Afghanistan, menyatakan tuntutan semacam itu mengabaikan kenyataan yang ada.
“Penanaman bunga candu saat ini telah melampaui atau sekitar 200,000 hektar, jumlah panen narkotika terbesar dalam sejarah,” ujarnya.
Kenyataan bahwa panenan dipusatkan di lima atau enam provinsi, lanjut Schweich, tidak mengubah kenyataan bahwa Afghanistan memiliki permasalahan candu yang sangat parah.
“Jaksa agung, yang baru saja dipecat, memberitahu saya kalau dia memiliki daftar 20 pejabat korup, yang tidak diperbolehkan untuk dituntut,” tambahnya. (BBC/Lala/Internasional)
Schweich mengatakan Karzai telah melindungi bandar narkoba karena alasan politis dan mentoleransi korupsi pada tingkat tertentu daripada kehilangan kekuasaannya.
Menurutnya, mantan jaksa agung menginformasikan padanya bahwa presiden telah mencegah penuntutan terhadap beberapa 20 pejabat.
Karzai menyangkal klaim tersebut, seraya mengatakan pemerintahannya telah memotong produksi obat-obat terlarang. “Tidak ada yang telah berbuat sebaik yang kami lakukan dalam tujuh tahun terakhir di ladang pembasmian narkotika,” katanya pada wartawan.
Presiden mengaku pemerintahannya telah memberantas atau sangat mengurangi produksi narkotika di lebih dari setengah provinsi-provinsi negara itu.
Namun Schweich, yang hingga bulan Juni masih menjabat sebagai koordinator departemen negara AS untuk pemberantasan narkotika dan reformasi keadilan di Afghanistan, menyatakan tuntutan semacam itu mengabaikan kenyataan yang ada.
“Penanaman bunga candu saat ini telah melampaui atau sekitar 200,000 hektar, jumlah panen narkotika terbesar dalam sejarah,” ujarnya.
Kenyataan bahwa panenan dipusatkan di lima atau enam provinsi, lanjut Schweich, tidak mengubah kenyataan bahwa Afghanistan memiliki permasalahan candu yang sangat parah.
“Jaksa agung, yang baru saja dipecat, memberitahu saya kalau dia memiliki daftar 20 pejabat korup, yang tidak diperbolehkan untuk dituntut,” tambahnya. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar