(Kuala Lumpur) – Perusahaan utilitas Malaysia, Tenaga, dikabarkan akan membangun pembangkit tenaga listrik berkekuatan nuklir pertama senilai US$ 4.2 miliar, namun hal ini diperkuat dengan adanya keberatan dari masyarakat.
“Kami mengupayakan sekitar RM 10 miliar (US$ 4.2 miliar) untuk instalasi 1,000 MW,” kata Mohamad Zam Zam Jaafar, kepala satuan tugas energi nuklir Tenaga seperti dikutip harian keuangan Edge, Selasa (22/7).
Menurut Jaafar, pemerintah telah meminta Tenaga untuk mengarahkan pada tenaga nuklir. Bulan depan, Malaysia akan mengungkapkan cetak biru energi nasional.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Najib Razak mengatakan pada bulan Juni bahwa Malaysia mungkin akan mempertimbangkan penggunaan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjang ditengah harga minyak dunia yang melambung.
Satuan tugas, lanjut Jaafar, telah membahas lokasi instalasi dan pengadaan sumber uranium, hal yang menambah antisipasi Tenaga bahwa publik akan keberatan dengan pembangunan instalasi. “Banyak yang harus dilakukan untuk mengubah pemikiran publik ketika berhadapan dengan nuklir,” ujar Jaafar.
Selain itu, tambahnya, Tenaga nampaknya akan melakukan usaha patungan dengan partai yang berpengalaman untuk membangun instalasi pertama kalinya itu. Sejauh ini, setengah dari pembangkit tenaga listrik di Malaysia dijalankan dengan gas. Sumber lain termasuk batubara dan tenaga air.
Tahun lalu, pemerintah menyatakan akan membangun laboratorium pemantauan nuklir pertama di Asia Tenggara yang memungkinkan ilmuwan memeriksa keamanan program energi atom di wilayah tersebut. (AFP/Lala/Internasional)
“Kami mengupayakan sekitar RM 10 miliar (US$ 4.2 miliar) untuk instalasi 1,000 MW,” kata Mohamad Zam Zam Jaafar, kepala satuan tugas energi nuklir Tenaga seperti dikutip harian keuangan Edge, Selasa (22/7).
Menurut Jaafar, pemerintah telah meminta Tenaga untuk mengarahkan pada tenaga nuklir. Bulan depan, Malaysia akan mengungkapkan cetak biru energi nasional.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Najib Razak mengatakan pada bulan Juni bahwa Malaysia mungkin akan mempertimbangkan penggunaan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjang ditengah harga minyak dunia yang melambung.
Satuan tugas, lanjut Jaafar, telah membahas lokasi instalasi dan pengadaan sumber uranium, hal yang menambah antisipasi Tenaga bahwa publik akan keberatan dengan pembangunan instalasi. “Banyak yang harus dilakukan untuk mengubah pemikiran publik ketika berhadapan dengan nuklir,” ujar Jaafar.
Selain itu, tambahnya, Tenaga nampaknya akan melakukan usaha patungan dengan partai yang berpengalaman untuk membangun instalasi pertama kalinya itu. Sejauh ini, setengah dari pembangkit tenaga listrik di Malaysia dijalankan dengan gas. Sumber lain termasuk batubara dan tenaga air.
Tahun lalu, pemerintah menyatakan akan membangun laboratorium pemantauan nuklir pertama di Asia Tenggara yang memungkinkan ilmuwan memeriksa keamanan program energi atom di wilayah tersebut. (AFP/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar