(Singapura) – PBB dan ASEAN mengatakan negara Myanmar yang dihempas topan mematikan pada bulan Mei lalu, membutuhkan sedikitnya US$ 1 milyar selama tiga tahun kedepan untuk menutupi upaya bantuan darurat, seperti pengamanan pangan, pemulihan sektor pertanian dan membangun rumah-rumah.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, mengumumkan laporan penilaian di Singapura, Senin waktu setempat.
Pejabat dari PBB dan ASEAN diperbolehkan memasuki Myanmar pada pertengahan Juni, satu bulan lebih lama setelah bencana topan, untuk menaksir kerusakan yang ditimbulkan. Topan Nargis meninggalkan lebih dari 130,000 korban tewas atau hilang.
Surin mengatakan, badai topan menghancurkan 450,000 rumah dan menjadikan 800,000 warga tunawisma. Katanya, sekitar seperempat hasil panen padi hilang di delta bagian selatan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Myanmar menuturkan, negaranya tidak dapat mengatasi upaya pemulihan seorang diri, dan berharap lebih pada bantuan internasional.
ASEAN menyatakan akan merancang rencana dengan PBB untuk merehabilitasi wilayah yang terkena dampak topan, dan akan terus membantu Myanmar setidaknya hingga tahun depan. (NHK/Lala/Internasional)
Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, mengumumkan laporan penilaian di Singapura, Senin waktu setempat.
Pejabat dari PBB dan ASEAN diperbolehkan memasuki Myanmar pada pertengahan Juni, satu bulan lebih lama setelah bencana topan, untuk menaksir kerusakan yang ditimbulkan. Topan Nargis meninggalkan lebih dari 130,000 korban tewas atau hilang.
Surin mengatakan, badai topan menghancurkan 450,000 rumah dan menjadikan 800,000 warga tunawisma. Katanya, sekitar seperempat hasil panen padi hilang di delta bagian selatan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Myanmar menuturkan, negaranya tidak dapat mengatasi upaya pemulihan seorang diri, dan berharap lebih pada bantuan internasional.
ASEAN menyatakan akan merancang rencana dengan PBB untuk merehabilitasi wilayah yang terkena dampak topan, dan akan terus membantu Myanmar setidaknya hingga tahun depan. (NHK/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar