| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

02 Agustus 2008

Dampak Kenaikan Harga BBM Mereda

(Jakarta) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah tidak lagi banyak berpengaruh terhadap angka inflasi di bulan Juli 2007, sekaligus sudh tidak lagi banyak mendorong kenaikan harga dan barang jasa di Indonesia.

Badan pusat Statistik (BPS) kemarin mengumumkan angka inflasi Juli 2008 1,37 persen atau menurun dari Juni lalu yang sebesar 2,46 persen.

Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, penyebab utama inflasi bulan Juli bukan lagi dampak dari kenaikan harga BBM rata-rata 28,7 persen pada akhir Mei lalu, “ Kenaikan harga bahan makanan memang masih besar, tapi itu lebih disebabkan supply shock di pasar rill,”kata Rusman kemarin.

Selain kenaikan bahan makanan, biaya masuk sekolah dasar swasta dan kenaikan harga elpiji juga menjadi penyebab inflasi Juli. “Biaya sekolah dasar naik hampir 10 persen, sementara elpiji untuk rumah tangga baik yang 3 kg maupun 12 kg juga naik rata-rat 12,1 persen,” ujarnya.

Untuk harga elpiji, menurut Rusman, kenaikannya disebabkan adanya persoalan dalam distribusi.”Akibatnya supali berkurang dan agen-agen akhirnya menaikkan harga,” ktanya. Oleh karena itu, Ia mengingatkan pemerintah agar segera memperbaiki distribusi elpiji. (Adi/Ekbis)


Tidak ada komentar: