(Yugoslavia) - Mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic mengatakan, dia tidak akan mendapatkan proses pengadilan yang berimbang karena praktik “kambing hitam” yang dilancarkan media.
Menurut Karadzic, dia tidak mungkin mendapatkan proses hukum yang adil di mahkamah penjahat perang PBB, karena media dunia telah menganggapnya sebagai penjahat perang.
Karadzic yang kemarin untuk pertama kalinya muncul di pengadilan di Den Haag, dalam dokumen yang diserahkan ke pengadilan mengatakan, kampanye negatif oleh media dimulai di negara-negara Islam bahkan ketika konflik bersenjata belum terjadi, ketika yang menjadi korban hanya orang-orang Serbia.
Dia mengatakan, tidak mungkin dirinya akan divonis tidak bersalah di mahkamah penjahat perang. "Kini tidak bisa dibayangkan banyak orang bahwa pengadilan ini akan menyatakan saya bebas. Saya yakin fakta ini benar-benar mengancam pengadilan itu sendiri," katanya.
Karadzic, yang menghadapi 11 butir kejahatan perang, termasuk genosida, juga mengaku telah mencapai kesepakatan kekebalan dengan Amerika.
Sementara, Richard Holbrooke, yang menegosiasikan kesepakatan yang mengakhiri perang Bosnia menekankan tidak pernah ada kesepakatan di antara mereka.
Karadzic merujuk ke kesepakatan yang dibuat dengan Holbrooke, mantan duta besar PBB, agar dia menarik diri dari kehidupan publik.
Karadzic mengaku telah mencoba untuk mempertahankan bagiannya dalam kesepakatan yang menurut dia dibuat pada tahun 1996. Namun, belakangan tampaknya ada upaya untuk memusnahkannya.
"Jelas bahwa, saat tidak bisa memenuhi komitmen yang dia tanggung atas nama Amerika Serikat, dia (Holbrooke) beralih ke Rencana B - likuidasi Radovan Karadzic," kata sang mantan pemimpin Serbia Bosnia. (BBC/Lala/Internasional)
Menurut Karadzic, dia tidak mungkin mendapatkan proses hukum yang adil di mahkamah penjahat perang PBB, karena media dunia telah menganggapnya sebagai penjahat perang.
Karadzic yang kemarin untuk pertama kalinya muncul di pengadilan di Den Haag, dalam dokumen yang diserahkan ke pengadilan mengatakan, kampanye negatif oleh media dimulai di negara-negara Islam bahkan ketika konflik bersenjata belum terjadi, ketika yang menjadi korban hanya orang-orang Serbia.
Dia mengatakan, tidak mungkin dirinya akan divonis tidak bersalah di mahkamah penjahat perang. "Kini tidak bisa dibayangkan banyak orang bahwa pengadilan ini akan menyatakan saya bebas. Saya yakin fakta ini benar-benar mengancam pengadilan itu sendiri," katanya.
Karadzic, yang menghadapi 11 butir kejahatan perang, termasuk genosida, juga mengaku telah mencapai kesepakatan kekebalan dengan Amerika.
Sementara, Richard Holbrooke, yang menegosiasikan kesepakatan yang mengakhiri perang Bosnia menekankan tidak pernah ada kesepakatan di antara mereka.
Karadzic merujuk ke kesepakatan yang dibuat dengan Holbrooke, mantan duta besar PBB, agar dia menarik diri dari kehidupan publik.
Karadzic mengaku telah mencoba untuk mempertahankan bagiannya dalam kesepakatan yang menurut dia dibuat pada tahun 1996. Namun, belakangan tampaknya ada upaya untuk memusnahkannya.
"Jelas bahwa, saat tidak bisa memenuhi komitmen yang dia tanggung atas nama Amerika Serikat, dia (Holbrooke) beralih ke Rencana B - likuidasi Radovan Karadzic," kata sang mantan pemimpin Serbia Bosnia. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar