| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

01 Agustus 2008

Ekspor CPO ke Pakistan Turun Rp 850 Miliar

(Jakarta) - Ekspor CPO ke negara Pakistan dalam 6 Bulan terakhir menurun sekitar 350 ribu ton atau Rp 850 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurti, Depkeu, Jumat (1/8).

"Kita mencermati bahwa dibanding tahun lalu, ekspor kita dalam 6 bulan terakhir turun sampai hampir 350 ribu ton ke pakistan. jadi kita lost dalam pendapatan hampir sekitar Rp 800 m," paparnya.

Dijelaskan, penurunan tersebut dikarenakan, kebijakan negara Pakistan yang memberikan perlakuan yg berbeda antara Indonesia dan Malaysia.

"Jadi, di Pakistan ada bea masuk untuk CPO. Tapi untuk Malaysia, didiskon sebesar 10 persen dari bea masuk. Jadi, bea masuknya flat sehingga harga Malaysia di Pakistan lebih murah dari Indonesia sebesar US$ 17 per ton," katanya.

Dikatakan, sejak turunnya ekpor CPO membuat tekanan finansial jadi lebih berat bagi perusahaan-perusahaan sawit. oleh karena itu, cash flow perusahaan jadi lebih penting.

"Kita coba pastikan bahwa restitusi pajak PPn untuk perusahaan-perusahaan yang mengekspor CPO bisa lebih lancar," ujar Bayu. (Renny)

Tidak ada komentar: