| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

01 Agustus 2008

Karadzic Khawatir Akan Keselamatannya

(Den Haag) – Mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic mengaku khawatir akan keselamatan hidupnya karena Amerika Serikat kemungkinan berupaya untuk memusnahkannya. Hal ini diungkapkan Karadzic pada pengadilan kejahatan perang PBB, Jumat (1/8).

Karadzic, yang tampil untuk pertama kalinya di hadapan Pengadilan Penjahat Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY), menyatakan pada hakim bahwa dia mengadakan perjanjian dengan AS sebelum mundur dari kehidupan publik pada tahun 1996.

Menurut Karadzic, Richard Holbrooke, asisten sekretaris negara AS saat itu, menghadapkannya pada kesepakatan dengan memintanya menarik diri secara keseluruhan dari sorotan publik, sebagai balasan dijatuhkannya upaya penuntutan terhadap dirinya di ICTY.

Hoolbroke adalah ketua perantara persetujuan damai diantara golongan berseteru di Bosnia yang membawa pada penandatanganan Persetujuan Perdamaian Dayton tahun 1995.

Kardzic mengaku menepati janjinya dan mundur dari kehidupan publik, sementara dia tidak melakukan apapun yang membahayakan implementasi persetujuan Dayton.

Akibat perjanjian rahasia dengan Washington, ujar Karadzic, dia memutuskan tidak datang ke pengadilan di Den Haag lebih awal.

Mantan Presiden negara berusia 63 tahun yang memproklamirkan sendiri Republik Serbia Bosnia mengatakan khawatir jika jangkauan Holbrooke cukup panjang untuk mencapai pengadilan, maka dia dapat saja dimusnahkan. “Harus saya katakan, ini masalah hidup dan mati,” katanya.

Hakim Ketua Alphons Orie, Kamis, membacakan ringkasan dakwaan terhadap Karadzic. Karadzic dikenai 11 tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan selama perang Bosnia tahun 1992-1995.

Adapun, Karadzic menolak mengajukan pembelaan pada tiap 11 tuduhan yang dibebankan padanya. Katanya, dia ingin terlebih dahulu mempelajari tuntutan baru yang dipersiapkan pihak penuntut sebelum memasukkan pembelaan.

Karadzic mengaku akan melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri sepanjang persidangan. “Saya ingin membela diri sendiri sebelum institusi, seperti saya akan membela diri sendiri sebelum terjadi bencana nasional apapun,” ungkapnya. (Xinhua/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: