(Jakarta) - International Conference of Islamic Scholars akan menata kembali kinerja dan manajemennya. ada enam hal yang akan dilakukan ICIS Pusat yaitu pertama, membentuk unti khusus untuk masing - masing kawasan dan menunjuk ahli - ahli dalam isu - isu kunci yang penting bagi persaudaran seperti ahli dalam menyelesaikan konflik, pembangunan ekonomi, keagamaan, pendidikan, teknologi, media, hukum serta hak - hak kaum minoritas.
Demikian dikatakan Ketua International Conference of Islamis Scholars (ICIS) Prof. Maskury Abdillah dalam pidato pembacaan hasil - hasil ICIS III yang tertuyang dalam Jakarta Message atau Pesan Jakarta. hal ini dilakukan untuk menata kembali kinerja dan manajemen ICIS dibawah naungan PBNU guna menguatkan organisasi tersebut.
" Kami selanjutnya memutuskan untuk menata kembali kinerja dan manajemen ICIS melalui penguatan organisasi diantaranya menguatan sekretariat jenderal ICIS di Jakarta di bawah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) melalui pembentukan unit khusus untuk masing-masing kawasan dan penunjukan ahli-ahli dalam isu-isu kunci yang penting bagi persaudaraan (ukhuwah), yaitu: penyelsaian konflik, pembangunan ekonomi, keagamaan, pendidikan dan teknologi, media, dan hukum serta hak-hak minoritas " ujarnya.
Kedua, lanjut dia, ICIS Pusat akan membentuk kawasan perwakilan ICIS untuk masing - masing di Asia Timur dan Pasifik, Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, Afrika serta Amerika dan Eropa. Ketiga, Pembentukan " Ulama Sans Frontiersn" yang melibatkan peran apra profesinal dan ahli - ahli guna membangun perdamaian dan pencegahan konflik di dunia muslim.
" Pembentukan “Ulama sans frontiers”, yang melibatkan peran para professional dan ahli-ahli, dan memanfaatkan jasa-jasa baik ini dalam pembangunan perdamaian dan pencegahan konflik di dunia Muslim " imbuhnya.
Keempat, Pembentukan lembaga-lembaga kajian (Think-thank) untuk melakukan studi dan penelitian untuk isu-isu pencegahan konflik, penyelesaian konflik serta perdamaian paska konflik dan langkah-langkah pembangunan kepercayaan melalui interaksi dengan universitas terkemuka, lembaga penelitian, para ahli dan kaum profesional. Kelima, Menyelenggarakan ICIS setiap empat tahun sekali dan ICIS di tingkat kawasan setiap dua tahun sekali.
" Rencana kami adalah menyelenggarakan ICIS empat tahun sekali untuk tingkat Internasional dan dua tahun sekali untuk tingkat Regional. Terakhir, ICIS Pusat akan mengusahakan akreditasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Konferensi Islam dan badan-badan internasional lain." Pungkasnya. (Ulfa)
Demikian dikatakan Ketua International Conference of Islamis Scholars (ICIS) Prof. Maskury Abdillah dalam pidato pembacaan hasil - hasil ICIS III yang tertuyang dalam Jakarta Message atau Pesan Jakarta. hal ini dilakukan untuk menata kembali kinerja dan manajemen ICIS dibawah naungan PBNU guna menguatkan organisasi tersebut.
" Kami selanjutnya memutuskan untuk menata kembali kinerja dan manajemen ICIS melalui penguatan organisasi diantaranya menguatan sekretariat jenderal ICIS di Jakarta di bawah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) melalui pembentukan unit khusus untuk masing-masing kawasan dan penunjukan ahli-ahli dalam isu-isu kunci yang penting bagi persaudaraan (ukhuwah), yaitu: penyelsaian konflik, pembangunan ekonomi, keagamaan, pendidikan dan teknologi, media, dan hukum serta hak-hak minoritas " ujarnya.
Kedua, lanjut dia, ICIS Pusat akan membentuk kawasan perwakilan ICIS untuk masing - masing di Asia Timur dan Pasifik, Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, Afrika serta Amerika dan Eropa. Ketiga, Pembentukan " Ulama Sans Frontiersn" yang melibatkan peran apra profesinal dan ahli - ahli guna membangun perdamaian dan pencegahan konflik di dunia muslim.
" Pembentukan “Ulama sans frontiers”, yang melibatkan peran para professional dan ahli-ahli, dan memanfaatkan jasa-jasa baik ini dalam pembangunan perdamaian dan pencegahan konflik di dunia Muslim " imbuhnya.
Keempat, Pembentukan lembaga-lembaga kajian (Think-thank) untuk melakukan studi dan penelitian untuk isu-isu pencegahan konflik, penyelesaian konflik serta perdamaian paska konflik dan langkah-langkah pembangunan kepercayaan melalui interaksi dengan universitas terkemuka, lembaga penelitian, para ahli dan kaum profesional. Kelima, Menyelenggarakan ICIS setiap empat tahun sekali dan ICIS di tingkat kawasan setiap dua tahun sekali.
" Rencana kami adalah menyelenggarakan ICIS empat tahun sekali untuk tingkat Internasional dan dua tahun sekali untuk tingkat Regional. Terakhir, ICIS Pusat akan mengusahakan akreditasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Konferensi Islam dan badan-badan internasional lain." Pungkasnya. (Ulfa)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar