(Jakarta) – Menteri Kehutanan (Menhut) MS Ka’ban mengaku sudah siap dipanggil presiden atas dugaan keterlibatan dirinya menerima uang Rp 300 Juta yang disebut-sebut Hamka Yamdu. Dan jika ia harus dicopot dari jabatannya ia juga mengatakan siap.
Keyakinan tersebut disampaikan MS Kaban kepada wartawan usai diskusi “Korupsi bersama Ala DPR”, di Jakarta, Sabtu (2/8).
“Kita serahkan semua ke presiden, karena presiden itu dipilih oleh rakyat, apapun keputusan presiden nanti harus dipatuhi, ini kan konsekuensi kalau kita berada di Negara yang sifatnya presidensil,” tegasnya.
Menurut Kaban, yang terpenting sekarang adalah perlu adanya regulasi baru yang mengatur celah-celah rawan, “Ini untuk keperluan masa depan,”ujar Ka’ban.
Sementara itu saat ditanya persiapan Menhut sebelum menghadap presiden, dirinya mengaku belum ada persiapan apapun,
“Nggak ada jawaban-jawaban apa yang harus saya berikan jika ditanya presiden nanti, tergantung pertanyaannya apa,” pungkas Ka’ban. (Willy/Mimie)
Keyakinan tersebut disampaikan MS Kaban kepada wartawan usai diskusi “Korupsi bersama Ala DPR”, di Jakarta, Sabtu (2/8).
“Kita serahkan semua ke presiden, karena presiden itu dipilih oleh rakyat, apapun keputusan presiden nanti harus dipatuhi, ini kan konsekuensi kalau kita berada di Negara yang sifatnya presidensil,” tegasnya.
Menurut Kaban, yang terpenting sekarang adalah perlu adanya regulasi baru yang mengatur celah-celah rawan, “Ini untuk keperluan masa depan,”ujar Ka’ban.
Sementara itu saat ditanya persiapan Menhut sebelum menghadap presiden, dirinya mengaku belum ada persiapan apapun,
“Nggak ada jawaban-jawaban apa yang harus saya berikan jika ditanya presiden nanti, tergantung pertanyaannya apa,” pungkas Ka’ban. (Willy/Mimie)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar