(Lima) – Pemerintah Bolivia dan pihak oposisi Senin telah merangkum pertemuan untuk mengakhiri krisis politik berkelanjutan di negara tersebut, demikian dilaporkan dari La Paz.
Pertemuan selama tujuh jam, yang berakhir di Istana Quemadi, diadakan antara perwakilan pemerintah Fabian Yaksic dan oposisi Mario Cossio, gubernur provinsi Tarija yang memisahkan diri.
Cossio memberitahukan pers setempat bahwa pada dasarnya mereka sepakat dengan prasyarat mengadakan lebih banyak dialog guna menyelesaikan krisis domestik.
Sementara itu, Yaksic menyatakan berkenaan dengan kemajuan pembicaraan dengan Cossio, maka pertemuan lebih lanjut antara Presiden Bolivia Evo Morales dan Cossio akan dimungkinkan.
Yaksic berharap perjanjian dapat ditandatangani antara kedua pihak untuk mengakhiri konflik dalam kerangka hukum.
Bentrokan sengit di Bolivia antara pendukung Morales dan pemrotes anti-pemerintah telah menewaskan puluhan orang dan bagian besar lainnya terluka atau hilang.
Pada Senin, ribuan pendukung Morales berkumpul di El Alto untuk menentang pembunuhan sekitar 30 orang yang diduga dilakukan kemiliteran anti-pemerintah di provinsi Pando, Bolivia utara, pada 11 September.
Sedikitnya 30 petani tewas, lusinan lainnya terluka dan lebih dari 100 hilang dalam serangan 11 September di kotamadya Porvenir oleh penyerang bersenjata. (Xinhua/Lala/Internasional)
Pertemuan selama tujuh jam, yang berakhir di Istana Quemadi, diadakan antara perwakilan pemerintah Fabian Yaksic dan oposisi Mario Cossio, gubernur provinsi Tarija yang memisahkan diri.
Cossio memberitahukan pers setempat bahwa pada dasarnya mereka sepakat dengan prasyarat mengadakan lebih banyak dialog guna menyelesaikan krisis domestik.
Sementara itu, Yaksic menyatakan berkenaan dengan kemajuan pembicaraan dengan Cossio, maka pertemuan lebih lanjut antara Presiden Bolivia Evo Morales dan Cossio akan dimungkinkan.
Yaksic berharap perjanjian dapat ditandatangani antara kedua pihak untuk mengakhiri konflik dalam kerangka hukum.
Bentrokan sengit di Bolivia antara pendukung Morales dan pemrotes anti-pemerintah telah menewaskan puluhan orang dan bagian besar lainnya terluka atau hilang.
Pada Senin, ribuan pendukung Morales berkumpul di El Alto untuk menentang pembunuhan sekitar 30 orang yang diduga dilakukan kemiliteran anti-pemerintah di provinsi Pando, Bolivia utara, pada 11 September.
Sedikitnya 30 petani tewas, lusinan lainnya terluka dan lebih dari 100 hilang dalam serangan 11 September di kotamadya Porvenir oleh penyerang bersenjata. (Xinhua/Lala/Internasional)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar