| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

30 April 2008

Timor Leste Memaafkan Tapi Tak Melupakan

(Jakarta) – Pemerintah Timor Leste mengambil posisi untuk memaafkan namun akan sulit untuk melupakan terkait hubungan sejarah yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste.

“Kita tidak bisa forget semua tapi kita bisa forgive” kata Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dalam acara public lecture di hadapan mahasiswa dan perwakilan negara sahabat yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu (30/4).

Menurut PM Xanana, yang diperlukan untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste adalah dengan membuka lembaran yang baru bagi hubungan kedua negara sebagai negara yang bertetangga dan bersahabat. “Kalau kita selalu mengingat masa lalu kita tidak bisa beri makan rakyat” ujar Xanana.

PM Xanana mengatakan, laporan dari Komisi Kebenaran dan Persahabatan akan menjadi value judgement bagi Indonesia dan Timor Leste untuk melakukan babak baru hubungan yang lebih positif bagi kedua negara.

I'm tired to this story, to the next page. Invite a new page of our common life history. To the next page. Ini yang kita minta “ kata Xanana.

Terkait critical issues yang yang mungkin menjadi tantangan bagi hubungan bilateral Indonesia-Timor Leste, PM Xanana menyatakan hal tersebut adalah hal yang normal dalam hubungan antara dua negara dan setiap negara juga memiliki cara pandang yang berbeda dalam mendefiniskan apa-apa saja yang termasuk critical issues.


“Dalam hubungan kedua negara, tidak bisa critical issues jadi permanen. Critical issues adalah hal dinamik dan satu persatu akan kita selesaikan” kata PM Xanana. (Adi/Pemerintahan).

Tidak ada komentar: